Share

11 Pos Lintas Batas Negara Dibangun Tahun Depan, Ini Lokasinya

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 25 Oktober 2018 11:16 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 25 320 1968743 11-pos-lintas-batas-negara-dibangun-tahun-depan-ini-lokasinya-TVsGCU8y0R.jpg Foto: PLBN (MNC Media)

JAKARTA – Pemerintah kembali menargetkan pembangunan 11 pos lintas batas negara (PLBN) pada tahun depan setelah sebelumnya berhasil membangun 7 PLBN.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, pemerintah melalui Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) sebagai lembaga yang menangani masalah tersebut harus bisa bersinergi dan saling mendukung dengan kementerian dan lembaga lainnya guna menyukseskan program Nawacita yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sekarang tujuh daerah perba tasan sudah sangat membanggakan. 11 PLBN dibangun melihat keberhasilan dari 7 PLBN yang telah beroperasi. Tahun lalu kita sudah meresmikan 7 PLBN, itu memenuhi program Nawacita pemerintah, yaitu mem bangun dari pinggiran. Pada 2019 akan bangun 11 PLBN tersebar di seluruh wilayah perbatasan. Bangun jalan 11 perbatasan ini nantinya akan memiliki dasar hukum berupa instruksi presiden (inpres). Rencananya, inpres itu dikeluarkan dalam waktu dekat,” ungkap Wiranto di Kantor Menko Polhukam.

Baca Juga: Jokowi: Ada PLBN, Kita Tangkap Peluang untuk Ekspor

Wiranto mengatakan, pembangunan perbatasan ini menjadi perhatian Presiden Jokowi agar bisa memberikan kese ja hteraan dan keadilan bagi penduduk perbatasan. “Itu dilakukan terutama dari sisi pen dekatan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini bagian dari membangun ke bang gaan nasional. Mereka me rasa bangga karena ketika ditanya kamu dari negara mana, maka dengan bangga mereka mengatakan aku orang Indonesia, karena secara fisik membanggakan,” tandasnya.

 

Jika dilihat dari pende kat an keamanan dan pertahanan nasional, lanjutnya, maka pembangunan perbatasan juga sangat penting karena ancaman sekarang sudah berubah. Ancaman tidak lagi ber orien tasi pada serangan-serangan mili ter dari negara lain, tetapi sudah berubah menjadi serangan yang multidimensional yang mencakup berbagai spek trum kehidupan berbangsa.

“Ada serangan narkoba, ada human trafficking, ada radikalisme, terorisme, illegal fishing, illegal logging. Semua itu ancaman-ancaman yang melalui perbatasan,” ujarnya. Apalagi, kata Wiranto, jika perbatasan lemah, longgar, atau kosong, maka ancaman itu dengan mudah masuk.

 Baca Juga: 2 PLBN di NTT Diresmikan, Jokowi: Saatnya Mereka Selfie di Sini

Dengan adanya pembangunan perbatasan, adanya infra struk tur yang dibangun oleh pemerintah, maka akan menumbuhkan satu permukiman baru yang akan memperkuat pertahanan nasional. Dia pun menegaskan, pembangunan perbatasan saat ini sudah mulai terlihat hasilnya.

 

Misalnya, pembangunan jalan-jalan baru, pembangunan transportasi baru, baik pelabuhan udara maupun pelabuhan laut. “Jalan-jalan tembus wilayah perbatasan sudah banyak sekali. Belum lagi adanya pembangunan pos lintas batas yang dulunya kumuh dan tidak membanggakan, sekarang sudah menjadi satu pos lintas ba tas yang membanggakan karena lebih bagus dari negara tetangga,” ujarnya.

 Baca Juga: Dimulai Semester II-2018, PLBN Sota Merauke Ditargetkan Rampung dalam 2 Tahun

Menteri Dalam Negeri (Men dagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, dalam rapat kabinet presiden telah menginstruk sikan kepada BNPP, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, dan didukung 17 kementerian lainnya untuk mempercepat pembangunan perbatasan. “Tiga tahun ak hirnya dari Sabang sampai Merauke itulah NKRI sudah diwu judkan dengan Na wacitanya,” ujarnya.

Tjahjo mengatakan, dalam tiga tahun ini pemerintah su dah bisa membangun 7 PLBN di 187 kecamatan. Bahkan, daerah perbatasan juga telah memiliki fasilitas layak. Me nurut Tjahjo, ketujuh perba tasan itu sudah memiliki se umlah fasilitas umum yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dia pun menilai, pemba ngun an tersebut sebagai bentuk keberhasilan Jokowi dalam mewujudkan Indonesia Sentris.

“Kantor kecamatan sudah bisa dibangun. Puskesmas ada, semua ada. Dokter, perawatnya, obatnya ada. Kabupaten/kota sudah punya rumah sakit rujukan. Indonesia Sentris diwujudkan dengan program berjalan baik,” tandasnya.

Lebih lanjut Tjahjo mengatakan, pembangunan perba tasan akan terus dilakukan hingga ke daerah paling ter pencil. Dengan harapan, pembangunan ini dapat di se suai kan dengan program masing-masing wilayah perbatasan.

“Mudah-mudahan akhir tahun selesai dari perbatasan sampai ke Pulau Rondo sampai Malaka bisa terwujud dengan baik. Jadi sinkron dengan program provinsi, bupati, dan wali kota di wilayah perbatasan,” paparnya. (Binti Mufarida)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini