nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jaringan Gas Pasuruan-Probolinggo Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 31 Oktober 2018 21:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 31 320 1971686 jaringan-gas-pasuruan-probolinggo-ditargetkan-rampung-akhir-tahun-VPBYdshyFx.jpg Foto: Jargas di Pasuruan (Dok. PGN)

PROBOLINGGO - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) saat ini sedang melakukan pembangunan Jaringan Gas (jargas) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Pasuruan - Probolinggo, Jawa Timur.

Pembangunan jargas ini akan mengalirkan gas dari sumber yang dikelola Husky CNOOC Madura Ltd (0,2 MMSCFD) dengan nilai kontrak pembangunan jargas mencapai Rp96,88 miliar.

Pembangunan jargas tersebut sepanjang 107,9 km dilakukan untuk melayani 11.339 Sambungan Rumah (SR), yang terdiri dari Kota Pasuruan 51 km untuk melayani 6.314 SR. Sedangkan Kota Probolinggo sepanjang 56,9 km yang terbagi dalam 8 sektor untuk melayani 5.025 SR.

Baca Juga: Habiskan Rp86 Miliar, 10.101 Rumah Sudah Terhubung Jaringan Gas

Pembangunan jargas yang dimulai pada April hingga Desember 2018 terlaksana sesuai target. Hingga sekarang, pembangunan fisik telah mencapai 69,54%.

“Target akhir Desember rampung,” ungkap Direktur Utama PGN Gigih Prakoso dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Dengan pembangunan Jargas, ribuan warga yang berada di beberapa kelurahan tersebut, akan menikmati layanan gas dari PGN, diantaranya Kelurahan Jatimayangan, Kota Probolinggo, yang merupakan lokasi yang dikunjungi Menteri ESDM.

Baca Juga: PGN-BUMN Karya 'Keroyokan' Bangun Jargas

Terkait dengan program pemerintah dalam pembentukan Holding BUMN Migas yang menunjuk PT Pertamina (Persero) sebagai induk Holding Migas dan PGN sebagai Sub Holding Gas, maka pembangunan jargas akan menjadi hal yang diperhatikan oleh PGN.

Dia mengungkapkan sejauh ini, pemerintah dan PGN bahu membahu melakukan perluasan pembangunan Jargas. Ke depan, katanya, kian banyak skema yang bisa digunakan untuk merealisasikan pembangunan Jargas.

“Sebab, gas merupakan energi masa depan yang sangat membantu kehidupan masyarakat. Indonesia melalui PGN mempunyai potensi besar sebagai penyangga dan pelayan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sejauh ini, penggunaan gas melalui pipa, terhitung masih sedikit. Padahal, selain lebih konsisten dari sisi pasokan, harga pun relatif jauh lebih murah.

 Baca juga: Ditargetkan Jadi Kota Gas, Batam Bakal Jadi 'Surga' bagi Investor

Beberapa keunggulan gas pipa khususnya yang didistribusikan PGN antara lain berasal dari kekayaan gas bumi di dalam negeri. Artinya, penggunaan gas pipa bagi konsumsi rumah tangga, tak membebani neraca perdagangan lantaran impor gas yang terjadi pada gas elpiji.

Keunggulan lain yakni konsumen cukup membayar Rp4.000 per m3. Sebaliknya, untuk konsumsi Elpiji 3 kg, konsumen harus merogoh kocek Rp5.200 per m3, itupun mesti ditopang subsidi.

Gas pipa yang dijajakan PGN merupakan jenis gas metana berbobot jenis ringan, sehingga cepat dan gampang menguap, minim risiko kebakaran. Sedangkan gas elpiji merupakan gas propana dengan bobot massa lebih berat, mudah tersulut.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini