nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laba Bersih PTPP Turun 11,64% Jadi Rp874,67 Miliar

Kamis 01 November 2018 11:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 01 278 1971856 laba-bersih-ptpp-turun-11-64-jadi-rp874-67-miliar-1VKC4GSk4k.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - PT PP Tbk (PTPP) membukukan penurunan laba bersih di kuartal tiga 2018 sebesar 11,64%. Di mana perseroan membukukan laba sebesar Rp874,67 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp989,97 miliar.

Bila laba bersih perseroan terkoreksi, sebaliknya pendapatan naik tipis menjadi Rp14,78 triliun di akhir September lalu atau sebesar 7,45% dari Rp13,76 triliun di akhir periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi pendapatan terbesar disumbangkan oleh jasa konstruksi yang menyumbang sebesar Rp9,69 triliun ke pendapatan, kemudian diikuti oleh EPC sebesar Rp2,90 triliun dan Rp1,84 triliun dari usaha Properti dan related. Lainnya disumbang oleh usaha energi, pracetak, peralatan dan infrastruktur.

Baca Juga: Program Satu Juta Rumah Tahun Ini Sudah Berdiri 486.000 Unit

Dikutip dari Harian Neraca, Kamis (1/11/2018), perseroan menjelaskan, lantaran penurunan laba, maka nilai laba per sahamnya juga tergerus dari sebelumnya Rp160/saham menjadi hanya sebesar Rp141/saham. Turunnya laba bersih ini terjadi karena meningkatkan beban pokok pendapatan yang mencapai Rp12,55 triliun dari sebelumnya hanya Rp11, 76 triliun dan beban usaha naik menjadi Rp600,05 miliar dari Rp442,36 miliar.

Selain itu, juga terdapat beban bunga yang naik menjadi Rp463,88 miliar dari sebelumnya sebesar Rp237,90 miliar. Liabilitas pun ikut terkerek selama sembilan bulan terakhir yang berakhir di September 2018 dari posisi Rp27,53 triliun di akhir Desember 2017 menjadi Rp33,53 triliun selama sembilan bulan. Terdiri dari Rp21,99 triliun liabilitas jangka pendek dan Rp11,35 jangka panjang.

grafik

Nilai kas dan setara kas juga ikut tergerus, dari Rp9,38 triliun di akhir 2017 menjadi sebesar Rp6,20 triliun sembilan bulan kemudian. Meski demikian posisi aset meningkat menjadi senilai Rp48,61 triliun dari Rp41,78 triliun di 31 Desember 2018. Mayoritas disumbang aset lancar yang nilainya mencapai Rp33,36 triliun dan aset tak lancar Rp15,24 triliun.

Ekuitas perusahaan nilainya mengalami kenaikan menjadi Rp15,25 triliun dari Rp14,78 triliun di akhir Desember lalu. Perseroan juga mengungkapkan, berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun hingga September 2018. Total kontrak baru hingga kuartal III/2018 tercapai 66,22% dari target 2018 senilai Rp49 triliun.

Baca Juga: Menpan RB Mau ASN City Dibangun Tahun Ini

Sekretaris Perusahaan PT PP (Persero) Tbk, Agus Samuel Kana pernah bilang, perseroan optimis target kontrak baru tahun ini bakal tercapai seiring dengan beberapa proyek baru yang bakal didapat.”Optimis, masih ada beberapa proyek lagi yang akan kami dapatkan di bulan Oktober, November, dan Desember,” ujarnya.

Disampaikannya, perseroan memperoleh tambahan kontrak baru pada September 2018 sebesar Rp4,25 triliun. Tambahan kontrak baru tersebut berasal dari proyek Makassar New Port Tahap IB dan IC senilai Rp2,5 triliun. Di samping itu, PTPP juga memperoleh proyek Pertamina Warehouse senilai Rp933,1 miliar, Grand Samaya Tahap I senilai Rp270 miliar, Depok Stater (Lanjutan) senilai Rp200 miliar.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini