nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Angka Pengangguran Turun, Jumlah Lapangan Kerja 2018 Meningkat 2,99 Juta

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 08 November 2018 17:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 08 320 1975164 angka-pengangguran-turun-jumlah-lapangan-kerja-2018-meningkat-2-99-juta-GQBOHXMhka.jpg Diskusi Pengurangan Pengangguran (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Perncanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyatakan, jumlah lapangan kerja Indonesia pada 2018 telah melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yakni meningkat 2,99 juta dibandingkan 2017.

"Dalam rentang 2015-2018, kita (pemerintah) telah berhasil menciptakan 9,38 juta lapangan kerja. Secara absolut, jumlah pengangguran juga turun sebesar 40.000 orang, sehingga Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) telah berhasil diturunkan menjadi 5,34% tahun ini," ujarnya di Kantor Bappenas, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Baca Juga: 3 Menteri Ini Blakblakan soal Turunnya Angka Pengangguran

Dia menjelaskan, jika pertumbuhan ekonomi mencapai target RKP 2019 sebesar 5,2-5,6%, TPTdapat diturunkan menjadi 4,8-5,2% pada 2019.

"Penurunan ini dapat dicapai dengan penciptaan kesempatan kerja sebanyak 2,6-2,9 juta orang dan lapangan kerja formal di sektor bernilai tinggi dapat menyerap angkatan kerja berpendidikan SMA ke atas," jelasnya.

Kenakan Rompi Bea Cukai, Presiden Jokowi Tinjau Pabrik Alat Musik di Cileungsi Bogor

Dia menambahkan, berdasarkan wilayah, pengangguran terendah pada 2018 adalah Provinsi Bali sebesar 1,37%, Nusa Tenggara Timur 3,01%, dan Sulawesi Barat 3,16%. Sementara itu, pengangguran tertinggi pada 2018 adalah Banten 8,52%, Jawa Barat 8,17 %, dan Maluku 7,27%.

"Dibandingkan setahun yang lalu, TPT di perkotaan mengalami penurunan sebesar 0,34 poin, sedangkan TPT perdesaan meningkat sebesar 0,03 poin. Kondisi ini dipengaruhi oleh jumlah pekerja di sektor pertanian yang menyusut," ungkapnya.

Baca Juga: Tingkat Pengangguran Banten Tertinggi di Indonesia

Dia menuturkan, para pekerja di desa yang keluar dari sektor pertanian namun belum memperoleh pekerjaan baru menjadi beban pengangguran di perdesaan. Provinsi dengan TPT Tertinggi adalah Banten, Maluku, dan Jawa Barat. TPT Banten menurun dari 9,28% menjadi 8,52%.

"Ekonomi Banten Triwulan III tumbuh 5,89% dengan kontribusi sektor industri manufaktur yangbesar. Sektor ini menarik banyak pendatang dengan keterampilan tidak sesuai kebutuhan industri. Kendala lain yang dihadap Banten adalah tingginya upah minimum," tuturnya.

 Senyum Buruh Pabrik Rokok di Kudus Terima Uang THR

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini