nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masih Ada 1 Anggota Bursa Belum Siap Terapkan Transaksi Saham T+2

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 18:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 09 278 1975730 masih-ada-1-anggota-bursa-belum-siap-terapkan-transaksi-saham-t-2-9E5QyR0QtS.jpg Persiapan Implementasi Transaksi Bursa ke T+2 (Foto: Yohana)

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mendorong persiapan implementasi percepatan siklus penyelesaian transaksi bursa (settlement) dari T+3 ke T+2 yang akan jatuh pada tanggal 26 November 2018. Nantinya, dengan T+2 proses pencairan dana di pasar modal akan lebih cepat yakni dalam waktu dua hari.

Persiapan ini juga dilakukan pihak Self Regulatory Organization (SRO) lainnya yakni PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy menjelaskan, BEI telah menguji sistem T+2 pada 105 Anggota Bursa (AB) dan 18 Bank Kustodian (BK) selama 5 pekan.

Baca Juga: OJK Bakal Sanksi Broker yang Tak Siap Jalankan Transaksi Saham T+2

Hasilnya dari 105 AB, terdapat 104 AB atau 99 persen telah menyatakan siap untuk sistem settlement, artinya masih ada 1 AB yang belum siap. Sedangkan 18 BK telah menyatakan 100% siap.

"Kita punya waktu minggu depan lagi untuk pengujian. Kita masih menunggu pernyataan kesiapan dari satu sekuritas. Insya Allah 20 November seluruh sekuritas sudah siap," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jumat (09/11/2018).

Irvan memastikan, implementasi T+2 akan berjalan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan yakni pada hari Senin, 26 November 2018. Maka penyelesaian transaksi hari pertama dengan siklus penyelesaian T+2 akan jatuh pada hari Rabu, 28 November 2018.

"Jadi penyelesaian transaksi pada tanggal 28 November 2018 itu adalah penyelesaian transaksi gabungan atas perdagangan dengan siklus penyelesaian T+3 hari terakhir, yaitu hari Jumat 23 November 2018 dan perdagangan dengan siklus Penyelesaian T+2 hari pertama pada Senin 26 November 2018," jelas dia.

Baca Juga: BEI: 78% Perusahaan Bukukan Laba Bersih di Kuartal III-2018, Siapa Terbesar?

Sementara itu, Kepala Divisi Pengembangan Calon Emiten BEI Umi Kulsum menyatakan, dengan adanya double settlement transaksi di 28 November maka berpotensi adanya kegagalan.

"Risiko double settlement transaksi tanggal 23 dan 26 resiko kegagalannya lebih besar dari normal. Tapi kami sudah pendekatan ke AB potensial untuk meminjamkan saham mereka melalui securities lending and borrowing jadi bisa pinjamkan saham untuk mengantisipasi gagal serah,” jelas dia.

Disisi lain, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo menyatakan, dengan penerapan sistem transaksi T+2 ini maka diharapkan minat investasi di pasar modal akan semakin meningkat. 

"Harapannya positif, dengan perputaran 3 hari menjadi 2 hari mungkin ada 30% penghematan waktu transaksi," tambahnya.

 (Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini