nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

21 Pegawai Kemenkeu Korban Lion Air Dapat Tunjangan, Ini Rinciannya

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 14 November 2018 15:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 14 320 1977736 21-pegawai-kemenkeu-korban-lion-air-dapat-tunjangan-ini-rinciannya-0sq3qYbQuT.jpg Pesawat Lion Air. Foto: Okezone

 JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus berupaya untuk mempercepat pengurusan hak-hak kepegawaian dari 21 pegawai Kemenkeu yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di Perairan Karawang, Jawa Barat, pada Senin 29 Oktober 2018.

Sekretaris Jenderal Kemenkeu Hadiyanto menyatakan, pihaknya sudah mengusulkan hak kepegawaian kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN), di antaranya terkait santunan dan tunjangan, serta kenaikan pangkat anumerta setingkat lebih tinggi.

Baca Juga: Kemenhub Temukan Item Pesawat Boeing 737 Max 8 yang Tak Berfungsi

"Ini sudah diusulkan ke BKN, untuk penetapan status tewas, dan anumerta sebagai pengangkatan pangkat dari yang sekarang dimiliki oleh pegawai," ujarnya konferensi pers di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Dia merinci, pegawai yang dinyatakan status tewas dari kejadian tersebut mendapatkan santunan yang berkaitan dengan kecelakaan kerja, yakni santunan kematian kerja dengan besaran 60% x 80 kali gaji terakhir yang dibayarkan sekaligus.

Kemudian mendapatkan uang duka tewas dengan besaran 6 kali gaji terakhir, lalu mendapatkan biaya pemakaman, serta bantuan beasiswa untuk dua orang anak. Beasiswa diberikan dengan ketentuan anak masih sekolah atau kuliah, berusia paling tinggi 25 tahun, belum pernah menikah, serta belum bekerja.

 

Adapun anak yang masih tingkat SD diberikan bantuan beasiswa sebesar Rp45 juta, tingkat SMP sebesar Rp35 juta, tingkat SMA dan setingkatnya sebesar Rp25 juta, serta tingkat perguruan tinggi sebesar Rp15 juta.

Selain itu, mendapatkan gaji terusan sebesar 6 kali gaji terakhir. Lalu untuk pensiun mendatang baik janda/duda/anak dari korban mendapat 75% dari gaji terakhir, sedangkan jika korban hanya meninggalkan orang tua, maka pensiun diberikan sebesar 25% dari gaji terakhir.

Hadiyanto menyatakan, tunjangan dan santunan tersebut diberikan melalui pihak Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) dan Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum) PNS.

Baca Juga: Boeing Keluarkan Safety Warning Pesawat 737 Max 8

"Pihak Taspen dan Bapertarum akan percepat pencairan tunjangan dan santunan bagi keluarga korban," kata dia.

Dia menjelaskan, proses pencairan dana tersebut menunggu penetapan status tewas pada korban dari pihak BKN. Saat ini memang baru terdapat 8 pegawai Kemenkeu yang menjadi teridentifikasi oleh Tim DVI Polri dari 21 orang yang ada dalam manifest Lion Air.

"Tapi penetapan status tewas itu menunggu dari BKN (bukan dari identifikasi korban). Pokoknya kalau pegawai dinyatakan tewas formulanya (tunjangan dan santunan) ini untuk keluarga yang ditinggalkan. Kita kirim surat ke BKN, kemudian dinyatakan tewas, lalu dilakukan seluruh proses hak-hak untuk ahli waris," pungkasnya.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini