nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tax Holiday Diperluas Demi Meningkatkan Kecepatan dan Kemudahan Investasi

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 16 November 2018 17:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 16 320 1978848 tax-holiday-diperluas-demi-meningkatkan-kecepatan-dan-kemudahan-investasi-d0ZeYw15DT.jpg (Foto: Giri Hartomo/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah mengeluarkan tiga poin kebijakan dalam paket kebijakan XVI 2018. Salah satu poinnya adalah bagiamana memberikan perluasan fasilitas pajak tax holiday.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, kebijakan tersebut diambil dalam rangka untuk mendorong investasi khususnya kepada sektor Industri.

"Latar belakangnya adalah investasi ini dibutuhkan sustainable terhadap investasi kita. Karena investasi memberikan efek pada perekonomian kita," ujarmya dalam acara konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Baca juga: Ada Relaksasi DNI, Investor Asing Bisa Miliki Saham Lebih Besar di Indonesia

Menurut Iskandar, lewat perluasan kebijakan libur pajak ini bisa memperkokoh sektor industri dari hulu ke hilir. Artinya, bukan hanya industri besar saja yang bisa merasakan relaksasi kebijakan ini, para pelaku Usaha Mikro,Kecil Menengah (UMKM).

"Sehingga dalam rangka untuk mendorong investasi ini memperkokoh dari hulu ke hilir kita memberikan perluasan tax holiday. Bukan saja pionir, tapi yang kecil-kecil juga lewat mini tax holiday," jelasnya.

 

Lalu yang tujuan yang kedua adalah untuk meningkatkan kecepatan dan kemudahan dalam berinvestasi. Menurutnya, sudah tidak adalagi izin investasi yang sulit dengan alasan apapun.

Baca juga: Menko Darmin hingga Menperin Bahas Revisi DNI, Ini Hasilnya


"Kedua meningkatkan kecepatan dan kemudahan di industri pionir ini. Kemudian legal formalnya memang akan ditindaklanjuti oleh Ditjen Pajak," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Mugiarso mengatakan, inti dari kebijakan ini adalah untuk memperluas sektor penerima dari tax holiday. Ada tambahan dua sektor yakni agrikultur dan juga industri digital.

"Intinya pemerintah ingin memperluas sektor penerima tax holiday," ucapnya.

 

Berikut 18 sektor industri yang mendapatkan tax holiday :

1. Industri logam dasar hulu

2. Industri pemurnian dan atau pengilangan minyak dan gas bumi dengan atau tanpa turunannya

3. Industri petrokimia berbasis minyak bumi, gas alam, batubara dengan atau tanpa turunannya

4. Industri kimia dasar annorganik

5. Industri kimia dasar organik

6. Industri bahan baku farmasi

7. Industri pembuatan semi konduktor dan komponen utama komputer lainnya

8. Industri pembuatan peralatan komunikasi

9. Industri pembuatan komponen utama mesin

10. Industri pembuatan komponen robotik yang mendukung industri pembuatan mesin-mesin manufaktur

11. Industri pembuatan komponen utama mesin tenaga listrik

12. Industri pembuatan kendaraan bermotor dan komponen utama kendaraan bermotor.

13. Industri pembuatan komponen utama kapal

14. Industri pembuatan komponen utama pesawat terbang dan aktivitas penunjang industri dirgantara

15. Industri pembuatan komponen utama kereta api

16. Industri pengolahan berbasis hasil pertanian, perkebunan atau kehutanan tanpa atau beserta turunannya

17. Infrastruktur ekonomi, jadi infrastruktur ekonomi juga mendapat tax holiday.

18. Ekonomi digital.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini