Di Balik Popularitas Aplikasi TikTok
Hanya dalam dua tahun, TikTok telah mengumpulkan lebih dari setengah miliar pengguna. Sekitar 40% dari pengguna mereka berasal dari luar China.
Mereka semua antusias untuk berbagai video singkat soal lip-sync , memasak, menari, atau melakukan hal-hal yang dianggap nirguna. Dibuat oleh startup yang berbasis di Beijing, ByteDance, TikTok justru bisa mengglobal, bahkan menyaingi nama-nama besar platform media sosial Tiongkok lainnya, seperti Tencent, WeChat, Sina Weibo (WB ), dan Alibaba (BABA ) Youku. “Yang membuat ByteDance istimewa adalah keberhasilannya dalam kategori media sosial, yang selama ini didominasi Facebook, Twitter , dan Snapchat. Semua itu perusahaan Barat,” kata Randy Nelson dari perusahaan analisis Sensor Tower.
Aplikasi video sosial tahun ini meraih level popularitas baru. Tiga dari top 10 aplikasi yang paling banyak diunduh di seluruh dunia berasal dari aplikasi video sosial. ByteDance memiliki dua dari tiga, TikTok dan Vigo . Lainnya adalah Instagram yang dimiliki Facebook. Keberhasilan ByteDance menarik investor besar. SoftBank siap menyuntikkan dana yang membuat valuasi aplikasi tersebut mencapai USD75 miliar. Ini lompatan besar dari valuasi perusahaan tersebut sebesar USD20 miliar tahun lalu. Artinya, ByteDance adalah startup dengan valuasi terbesar di dunia selain Uber.
Baca Juga: Daftar 10 Orang Terkaya China, dari Jack Ma hingga Raja Game Online
ByteDance menyebut mereka sebagai perusahaan kecerdasan buatan. Mereka menggunakan pembelajaran mesin dan algoritma untuk mencari tahu apa yang disukai orang dan memberi lebih banyak dari apa yang ingin mereka lihat. Sebelumnya perusahaan tersebut dikenal di China lewat aplikasi berita populer, Jinri Toutiao atau Today’s Headlines, yang diluncurkan pada 2012. Pengguna suka dengan cara Jinri Toutiao menampilkan lini masa berita sesuai keinginan personal pengguna.
Buktinya, Toutiao saat ini memiliki lebih dari 240 juta pengguna aktif bulanan yang menghabiskan rata-rata 74 menit per hari di platform tersebut. ByteDance menerapkan formula mirip Douyin , aplikasi video yang diluncurkan pada 2016. Douyin memiliki fungsi seperti Snapchat , di mana orang dapat mengedit dan menambahkan filter ke video 15 detik sebelum mempostingnya secara online . Bahkan, muncul frasa shua Douyin untuk menyebut bagaimana orang terpaku pada lini masa atau feed yang sangat menarik dari aplikasi tersebut.
ByteDance memiliki ambisi global sejak awal. Mereka meluncurkan produk internasional pertamanya pada 2015, yakni aplikasi berita berbahasa Inggris, Top Buzz . Tahun lalu mereka membuktikan ekspansi global tidak main-main. Hanya dalam 10 bulan, mereka membeli aplikasi video asal Los Angeles, Flipagram , merilis TikTok , meluncurkan versi luar negeri Douyin, dan membayar USD800 juta untuk musical.ly , aplikasi lip sync yang populer di Amerika Serikat dan negara Barat lainnya.
Flipagram sekarang dikenal sebagai Vigo , sedangkan pengguna musical.ly dipindahkan ke TikTok pada awal tahun ini. Langkah mereka telah memberi ByteDance basis pengguna yang luas tersebar di Asia, Eropa, serta Amerika Utara dan Selatan. Pertumbuhan kekaisaran video ByteDance menjadikan perusahaan tersebut sebagai pembuat aplikasi terbesar kelima di dunia berdasarkan jumlah unduhan menurut Sensor Tower. Pada kuartal III/2018, unduhan TikTok lima kali lebih tinggi pada periode yang sama tahun sebelumnya.
ByteDance mengatakan bahwa TikTok dan Douyin memiliki lebih dari 500 juta pengguna aktif bulanan. Itu jauh lebih dari Twitter , separuh dari Instagram . Bahkan, popularitas TikTok menarik perhatian CEO Apple Tim Cook. Dia sempat mengunjungi kantor pusat ByteDance, bertemu orang-orang yang bekerja di TikTok dan Douyin.