nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Zhang Yiming, Miliarder di Balik Kesuksesan TikTok

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 27 November 2018 13:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 27 320 1983415 mengenal-zhang-yiming-miliarder-di-balik-kesuksesan-tiktok-0RSNwxoIWN.jpg Bos Tiktok (Foto: Koran Sindo)

ZHANG Yiming bisa disebut miliarder yang paling tidak dikenal. Lewat aplikasi Taotiao, dia sudah menjadi miliarder dalam usia muda. Namun, Zhang punya ambisi lebih besar.

Perusahaannya, ByteDance, menjelma menjadi raksasa teknologi dunia hanya dalam enam tahun, mengantar kekayaan bersihnya mencapai USD4 miliar pada usia 35 tahun. Orang-orang terdekat Zhang menyebut bahwa dia tidak sedang membuat aplikasi, tetapi membuat kerajaan digital. ByteDance bukan hanya perusahaan aplikasi yang mengandalkan iklan untuk mencari pendapat, melainkan juga perusahaan yang memanfaatkan AI pada layanan konten untuk membangun pengalaman pengguna yang luar biasa.

Baca Juga: Jim Whiteshurst, CEO Red Hat yang Hasilkan Rp45,6 Triliun dalam Satu Dekade

“Jinri Toutiao memiliki sumber daya komputasi dan penyimpanan yang sangat besar. Kami memiliki lebih dari 50 Petabyte (PB) kapasitas pemrosesan data harian dan penyimpanan data kami lebih besar dari 1.500 PB. Infrastruktur adalah kunci untuk mendukung pengembangan aplikasi,” kata Vice President ByteDance Yang Zhenyuan.

Hal yang paling luar biasa tentang Zhang Yiming adalah dia tidak mengiba pada raksasa Tiongkok lainnya, seperti Tencent atau Alibaba , sebagai sumber pendanaan. Sebaliknya, ByteDance tidak hanya memiliki karakter sendiri, tetapi juga menantang perusahaan-perusahaan yang lebih tua. Jika pengguna aktif bulanan Douyin atau TikTok melampaui 300 juta, bisa dibilang TikTok adalah adik dari Instagram dengan basis pengguna Asia dan lebih muda.

tiktok

Aplikasi apa pun yang diproduksi ByteDance sekarang hampir dijamin berhasil. ByteDance mampu menciptakan pengalaman digital yang luar biasa dengan caranya sendiri sehingga bisa bersaing dengan WeChat dalam pembayaran, kecakapan bisnis, dan komunikasi di China. ByteDance dan Zhang sebagai pendirinya acap disalahpahami dan tidak dikenal di Barat. Padahal, ByteDance bukan hanya startup media yang paling cepat berkembang, melainkan juga mengaplikasikan kecerdasan buatan dalam setiap muara kontennya, bahkan disebut-sebut yang terbaik di dunia.

Baca Juga: 10 Fakta Ma Huateng, si 'Kuda' yang Punya Harta Rp498 Triliun

Zhang Yiming dianggap mencapai apa yang Mark Zuckerberg tidak pernah bisa dalam jangka waktu yang jauh lebih singkat. Facebook memiliki lebih dari dua kali lipat masa hidup ByteDance. Namun, dengan terlalu fokus pada iklan, Facebook seolah kehilangan kemampuan untuk mengikuti masa depan. Fitur video mikro (berdurasi pendek) andalan ByteDance sudah jauh lebih baik daripada yang dilakukan Facebook . Bagaimana TikTok menyajikan cerita juga dianggap lebih baik daripada Instagram . Sebab, di TikTok ada AI untuk memersonalisasi apa yang diinginkan pengguna.

Itulah yang menjadi fokus Zhang di ByteDance, menarget ketertarikan pengguna dengan AI sehingga mampu memberikan pengalaman yang berkualitas. Dengan cara inilah mereka mampu melaju ke pasar global.

Di Balik Popularitas Aplikasi TikTok

Hanya dalam dua tahun, TikTok telah mengumpulkan lebih dari setengah miliar pengguna. Sekitar 40% dari pengguna mereka berasal dari luar China.

Mereka semua antusias untuk berbagai video singkat soal lip-sync , memasak, menari, atau melakukan hal-hal yang dianggap nirguna. Dibuat oleh startup yang berbasis di Beijing, ByteDance, TikTok justru bisa mengglobal, bahkan menyaingi nama-nama besar platform media sosial Tiongkok lainnya, seperti Tencent, WeChat, Sina Weibo (WB ), dan Alibaba (BABA ) Youku. “Yang membuat ByteDance istimewa adalah keberhasilannya dalam kategori media sosial, yang selama ini didominasi Facebook, Twitter , dan Snapchat. Semua itu perusahaan Barat,” kata Randy Nelson dari perusahaan analisis Sensor Tower.

Aplikasi video sosial tahun ini meraih level popularitas baru. Tiga dari top 10 aplikasi yang paling banyak diunduh di seluruh dunia berasal dari aplikasi video sosial. ByteDance memiliki dua dari tiga, TikTok dan Vigo . Lainnya adalah Instagram yang dimiliki Facebook. Keberhasilan ByteDance menarik investor besar. SoftBank siap menyuntikkan dana yang membuat valuasi aplikasi tersebut mencapai USD75 miliar. Ini lompatan besar dari valuasi perusahaan tersebut sebesar USD20 miliar tahun lalu. Artinya, ByteDance adalah startup dengan valuasi terbesar di dunia selain Uber.

Baca Juga: Daftar 10 Orang Terkaya China, dari Jack Ma hingga Raja Game Online

ByteDance menyebut mereka sebagai perusahaan kecerdasan buatan. Mereka menggunakan pembelajaran mesin dan algoritma untuk mencari tahu apa yang disukai orang dan memberi lebih banyak dari apa yang ingin mereka lihat. Sebelumnya perusahaan tersebut dikenal di China lewat aplikasi berita populer, Jinri Toutiao atau Today’s Headlines, yang diluncurkan pada 2012. Pengguna suka dengan cara Jinri Toutiao menampilkan lini masa berita sesuai keinginan personal pengguna.

Buktinya, Toutiao saat ini memiliki lebih dari 240 juta pengguna aktif bulanan yang menghabiskan rata-rata 74 menit per hari di platform tersebut. ByteDance menerapkan formula mirip Douyin , aplikasi video yang diluncurkan pada 2016. Douyin memiliki fungsi seperti Snapchat , di mana orang dapat mengedit dan menambahkan filter ke video 15 detik sebelum mempostingnya secara online . Bahkan, muncul frasa shua Douyin untuk menyebut bagaimana orang terpaku pada lini masa atau feed yang sangat menarik dari aplikasi tersebut.

ByteDance memiliki ambisi global sejak awal. Mereka meluncurkan produk internasional pertamanya pada 2015, yakni aplikasi berita berbahasa Inggris, Top Buzz . Tahun lalu mereka membuktikan ekspansi global tidak main-main. Hanya dalam 10 bulan, mereka membeli aplikasi video asal Los Angeles, Flipagram , merilis TikTok , meluncurkan versi luar negeri Douyin, dan membayar USD800 juta untuk musical.ly , aplikasi lip sync yang populer di Amerika Serikat dan negara Barat lainnya.

Flipagram sekarang dikenal sebagai Vigo , sedangkan pengguna musical.ly dipindahkan ke TikTok pada awal tahun ini. Langkah mereka telah memberi ByteDance basis pengguna yang luas tersebar di Asia, Eropa, serta Amerika Utara dan Selatan. Pertumbuhan kekaisaran video ByteDance menjadikan perusahaan tersebut sebagai pembuat aplikasi terbesar kelima di dunia berdasarkan jumlah unduhan menurut Sensor Tower. Pada kuartal III/2018, unduhan TikTok lima kali lebih tinggi pada periode yang sama tahun sebelumnya.

ByteDance mengatakan bahwa TikTok dan Douyin memiliki lebih dari 500 juta pengguna aktif bulanan. Itu jauh lebih dari Twitter , separuh dari Instagram . Bahkan, popularitas TikTok menarik perhatian CEO Apple Tim Cook. Dia sempat mengunjungi kantor pusat ByteDance, bertemu orang-orang yang bekerja di TikTok dan Douyin.

Bernilai USD75 Miliar, Setara Uber dan Baidu

Di Amerika, perusahaan media sosial raksasa, seperti Facebook dan Twitter, terus goyah karena disebut menjadi sumber penyebaran berita hoax atau kampanye politik kotor.

Namun di China, raksasa media sosial justru semakin besar dan kaya. Dialah ByteDance, pencipta agregator berita Jinri Toutiao serta layanan berbagi video TikTok dan armada aplikasi hiburan lainnya. Perusahaan tersebut sedang dalam diskusi untuk meningkatkan pendanaan baru senilai USD75 miliar. Konglomerat Jepang SoftBank adalah salah satu investor yang terlibat dalam pembicaraan tersebut. Valuasi USD75 miliar akan menjadikan ByteDance sebagai salah satu perusahaan teknologi swasta paling berharga di dunia. Uber baru-baru ini memiliki valuasi USD76 miliar. Sebagai perusahaan swasta, ByteDance juga dibandingkan dengan pembuat mesin pencari terbesar di China, Baidu, yang valuasi pasarnya USD80 miliar.

Baca juga: Bos Tencent, Orang China Pertama Masuk 10 Besar Terkaya Sejagat

Dalam enam tahun sejak pendirian perusahaan, aplikasi ByteDance telah menjadi daya tarik utama bagi pengguna dan pengiklan. Mereka ingin cepat melebarkan sayap ke seluruh dunia. Tahun lalu mereka membeli musical.ly , jejaring sosial berbasis video yang populer di kalangan remaja di Amerika Serikat dan Eropa. Pengguna musical.ly antas dilebur ke TikTok . Musical.ly telah menjadi salah satu perusahaan media sosial China yang langka karena bisa menarik pengikut yang signifikan di luar China. Hari ini lebih dari setengah miliar orang di seluruh dunia menggunakan TikTok atau Douyin di China setiap bulan. Sebagai perbandingan, Instagram memiliki lebih dari satu miliar pengguna.

Berasal dari Tiongkok, di mana pemerintah mempertahankan kontrol ketat, ByteDance telah melewati turbulensi dalam pertumbuhannya. Tahun lalu perusahaan itu harus menangguhkan pembaruan pada Toutiao , aplikasi beritanya, setelah regulator internet China menuduh perusahaan itu menyebarkan materi yang tidak senonoh. Saat ini ByteDance memiliki 10.000 orang yang bekerja untuk memonitor konten.

(Danang)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini