JAKARTA - Pasar tradisional di Jakarta direncanakan akan direvitalisasi sebanyak 21 pasar yang dilakukan oleh Pemprov DKI pada 2019. Pasar tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas, seperti, bioskop, perkantoran, rumah susun (rusun), hotel, dan sebagainya.
Anggota DPRD Bestari Barus meminta revitalisasi pasar tradisional tak mengubah harga pasar. Dia khawatir revitalisasi nanti berimbas negatif, menjauhkan pedagang dan pembeli. “Saya setuju dengan revitalisasi. Buktinya, kami sahkan Rp160 miliar untuk PMD Perumda Pasar Jaya,” kata Bestari.
Bestari kemudian melihat konsep pembangunan yang mengubah pasar tradisional menjadi pasar tradisional tidak mengganggu stabilitas harga, khususnya tradisional yang murah dibanding supermarket. Karena itu, dia melihat dibutuhkan ketegasan dan komitmen DKI dalam menjaga pasar.
Terutama mengenai harga sewa kios serta membagi jarak dengan super market. Dengan begitu, masyarakat tetap menjadikan pasar tradisional menjadi komoditi utama. “Yang kedua adalah bagaimana kita komitmen menjaga pasar tradisional. Jauhkan pasar tradisional dari super market, tindak tegas yang melanggar,” kata Bestari.
Kemudian mengenai fasilitas rusunawa, hotel, dan bioskop. Bestari mengatakan, hal itu jangan sampai merusak citra pasar tradisional yang murah, melimpah, dan berkualitas.
Baca selengkapnya: 21 Pasar Tradisional Direvitalisasi, Bakal Dilengkapi Bioskop hingga Rusun
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.