nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenapa Rupiah Bisa Menguat ke Rp14.200? Ini Faktor Pendukungnya

Rany Fauziah, Jurnalis · Selasa 04 Desember 2018 21:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 04 278 1986875 kenapa-rupiah-bisa-menguat-ke-rp14-200-ini-faktor-pendukungnya-J0NZlSc6jR.jpg Foto: Uang Rupiah (Okezone)

JAKARTA- Rupiah mendapatkan kekuatan untuk keluar dari tekanan dolar Amerika Serikat (AS). Minggu ini, Rupiah menguat dari Rp15.200 per USD menjadi Rp14.252 per USD.

Penguatan Rupiah disebabkan oleh beberapa faktor seperti penurunan harga minyak dunia hingga berkurangnnya tekanan terhadap perekonomian dunia.

Baca Juga: Perjalanan Rupiah, Paling Terpuruk pada Oktober dan Kini Bertengger di Rp14.200-an

Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM Tony Prasetiantono mengatakan, ada beberapa faktor eksternal yang paling menonjol di balik penguatan Rupiah. Faktor pertama soal harga minyak dunia yang kini turun menjadi USD60 per barel (Brent) dan USD50 per barel (WTI). Kedua suku bunga AS, saat ini suku bunga acuan 2,25% tinggal perlu 1-2 kali lagi menaikkan suku bunga acuan agar menuju ekuilibrium normal yang baru. Faktor ketiga meredanya perang dagang AS-China.

“Selain itu, perekonomiannya sudah mencapai titik jenuh, sehingga para investor global mulai mengalihkan lahan investasinya ke luar AS. Indonesia dipandang prospektif, lalu terjadilah capital inflow ke Indonesia. Maka USD melemah, Rupiah menguat,” ujar Tony Prasetiantono kepada Okezone, Selasa (4/12/2018).

Baca Juga: Tahun Depan, Pergerakan Rupiah Diprediksi di Level Rp15.200/USD

Seperti diketahui, semua dinamika eksternal itu bermuara pada penguatnya rupiah secara signifikan, bahkan terkuat di Asia. Jika rupiah menguat dan stabil, bisa meneruskan dalam melakukan redenominasi, suatu ikhtiar memangkas tiga angka nol rupiah kita.

“Rupiah bisa saja kembali pada level Rp13.000-an per dolar As, jika iklim politik bisa dijaga dengan baik hingga Pemilu 2019,” tutupnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini