nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penangkapan Petinggi Huawei Tekan Nilai Rupiah

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 14:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 07 278 1988139 penangkapan-petinggi-huawei-tekan-nilai-rupiah-uB1ZY0CJb3.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) kembali terdepresiasi, setelah sempat menguat di level Rp14.200 per USD kini Rupiah kembali melemah di level Rp14.400 per USD. Bloomberg Dollar Index, Jumat (7/12/2018) pukul 14.15 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange berada di level Rp14.468 per USD.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan, ditangkapnya Chief Financial Officer (CFO) Huawei Meng Wanzhou jadi sentimen negatif yang melemahkan nilai tukar Rupiah. Huawei merupakan perusahaan teknologi komunikasi raksasa China.

Baca Juga: BI Ungkap Alasan Rupiah Melemah Lagi ke Rp14.500/USD

Sekedar diketahui, petinggi Huawei Meng Wanzhou ditangkap oleh Pihak otoritas Kanada pada Sabtu 1 Desember 2018 di Vancouver, Kanada dan akan diekstradisi ke AS. Hal ini berpotensi semakin memanaskan hubungan dagang antara AS dan China.

"Ini memang dunia ini aneh sekali. Ada CFO-nya Huawei ditangkap malah goyang dunia. Ini aneh-aneh aja," kata Darmin di kantornya, Jumat (7/12/2018).

rupiah

Menurut Darmin, pasar bereaksi berlebihan pada kasus tersebut sehingga membuat gejolak perekonomian global yang berimbas pada pelemahan mata uang dunia lainnya, tak terkecuali Indonesia. "Pasar itu memang ada penyakitnya, reaksi berlebihan," imbuhnya.

Meski demikian, Darmin menyatakan, pemerintah akan terus menjaga kepercayaan pasar terhadap Indonesia dengan berbagai kebijakan yang ditempuh. "Jadi satu per satu (kebijakan) diterapkan untuk pelihara iklim dan confidence-nya itu akan menguat," kata dia.

Baca Juga: Jelang Akhir Pekan, Rupiah Melemah ke Rp14.533/USD

Sebelumnya, Pihak Otoritas Kanada menangkap putri dari pendiri Huawei yang juga menjabat sebagai CFO saat sedang melakukan transit penerbangan atas perintah dari Amerika Serikat. Meng ditangkap karena dicurigai melanggar sanksi perdagangan AS terhadap Iran.

Juru bicara Huawei Chase Skinner, mengungkapkan bahwa perusahaan hanya diberi sedikit informasi mengenai penangkapan tersebut.

“Perusahaan hanya diberikan sangat sedikit informasi mengenai tuduhan tersebut, dan tidak mengetahui kesalahan yang dilakukan oleh Nona Meng. Perusahaan yakin bahwa sistem hukum Kanada dan AS akan mencapai keputusan yang adil,” ujarnya dilansir dari Business Insider, Kamis, 6 Desember 2018.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini