nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI: Jangan Terlena dengan Penguatan Rupiah Minggu Lalu

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 15:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 07 278 1988176 bi-jangan-terlena-dengan-penguatan-rupiah-minggu-lalu-9CkpCdb1MQ.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih menunjukkan tren pelemahan. Rupiah masih belum lepas dari level Rp14.500-an per USD.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menyebut, bahwa saat ini pelemahan kurs Indonesia dan India lebih besar dibandingkan negara yang lain, dan memang pasar bereaksi lebih banyak.

Baca Juga: BI Ungkap Alasan Rupiah Melemah Lagi ke Rp14.500/USD

"Maka dari itu kita jangan terlena penguatan kita minggu lalu. Karena harus menyelesaikan defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD), kita terus mendorong ekspor, terus mendorong pariwisata, mengendalikan impor, impor yang tidak perlu," ujarnya di Kantor Bank Indonesia Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Apabila impor yang perlu, lanjut dia, seperti bahan makanan kalau tidak harganya naik, tapi secara umum, pihaknya melihat adanya penjualan di negara maju dampak kepada emerging marketnya temporer.

"Nanti 2019 ekonomi Amerika Serikat melambat arus modal masuk ke emerging market. Pada saat ekonomi AS kencang, arus modal ke AS. Jadi, kalau kami lihat Rupiah 2019 lebih stabil dan pasar keuangan juga akan lebih baik," ungkapnya.

Baca Juga: Penangkapan Petinggi Huawei Tekan Nilai Rupiah

Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Jumat (7/12/2018) pukul 09:15 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange dibuka melemah 13 poin atau 0,09% ke level Rp14.533 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.515 per USD – Rp14.533 per USD.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini