nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Belanja Konsumen di Asia Meningkat, Ini Buktinya

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 27 Desember 2018 10:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 27 320 1996475 belanja-konsumen-di-asia-meningkat-ini-buktinya-7eBoS9yRkm.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – Belanja konsumen di seluruh dunia mengalami peningkatan. Di Asia Pasifik, peningkatan belanja terindikasi dari angka pertumbuhan barang konsumsi cepat habis ataufast-moving consumer goods (FMCG) yang naik 6,5% pada kuartal III/2018 dibanding periode yang sama tahun lalu dan naik 4,9% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Selaras dengan pertumbuhan tersebut, harga rata-rata FMCG di Asia Pasifik meningkat 2,1% pada periode yang sama dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang sebesar 2%. Dari aspek volume, pertumbuhannya mencapai 4,4% dibandingkan pada kuartal sebelumnya yang sebesar 2,9%.

Demikian laporan yang dirilis lembaga riset Nielsen baru-baru ini. Laporan kuartal III/2018 Nielsen Quarter By Numbers menganalisis keseluruhan lanskap FMCG di 65 negara di dunia seiring dengan tren ekonomi dan sentimen konsumen yang berubah.

 Baca Juga: Zaman Online, Ketahanan Perlindungan Konsumen Masih Sangat Rawan

India, Filipina, dan China, mencatat pertumbuhan nilai tertinggi dibandingkan dengan kuartal ketiga tahun lalu (masing-masing berturut-turut 16,5%; 8,4%; dan 7,3%). Keyakinan konsumen Asia Pasifik sedikit meningkat pada kuartal ketiga (naik 2 poin ke 114), didukung oleh meningkatnya optimisme tentang prospek pekerjaan lokal, keuangan pribadi dan keinginan berbelanja.

Malaysia mencatat peningkatan kepercayaan konsumen tertinggi di kawasan ini (naik 10 poin ke 127), diikuti oleh Thailand (naik 10 poin ke 112), dan Vietnam (naik 9 poin ke 129).

 Baca Juga: Pengaduan Konsumen Selama 6 Bulan, 85% Ngeluh soal Jual Beli Rumah

Marketing & Sales Effecti veness Nielsen Laura McCullough menyebut, konsumsi domestik di Asia Pasifik terus memiliki potensi yang besar seiring dengan peluang ekspor.

“Pertumbuhan PDB yang kuat secara keseluruhan, pertumbuhan upah rata-rata yang mencapai dua digit, dan kelas konsumen yang berkembang yang ingin meningkatkan kualitas hidup, akan mendorong konsumsi ke dalam kategori produk baru di FMCG dan membantu mendorong pertumbuhan industri secara keseluruhan,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

 Baca Juga: BPS: Kondisi Ekonomi Konsumen Alami Perbaikan

Perekonomian Indonesia menunjukkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang stabil di kisaran 5% dan kepercayaan konsumen tetap stabil pada indeks 126 pada kuartal III/2018.

Pada periode setelah hari raya, kuartal II, FMCG telah kembali ke tingkat pertumbuhan sebelumnya dengan konsumsi volume menurun 1,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lima teratas kinerja kategori super pada kuartal ini termasuk home care (tumbuh 1,9%), minuman (tumbuh 1,5%), makanan (tumbuh 18,2%), farmasi (tumbuh 1,0%), dan perawatan pribadi (tumbuh 1,0%).

Berdasarkan kinerja kanal belanja konsumen, minimarket menunjukkan pertumbuhan 7,4%, sementara general trade dan hipermarket/supermarket menurun tipis masing-masing sebesar 0,6% dan 5,2%.

Preferensi kanal belanja konsumen Indonesia bergeser dari format besar ke kecil, didorong oleh tiga pertimbangan utama yaitu keanekaragaman produk, harga kompetitif, dan akses yang mudah dari area tempat tinggal.

Sementara itu, di Indonesia pertumbuhan belanja konsumen juga terlihat dari meningkatnya transaksi belanja online. Ajang Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2018 pada 12 Desember lalu diperkirakan meraup transaksi Rp6,8 triliun yang naik Rp2,1 triliun dari nilai transaksi tahun lalu.

Dari total nilai transaksi, produk lokal menyumbang 46%, yakni sekitar Rp3,1 triliun. Data tersebut bersumber dari kerja sama panitia Harbolnas 2018 dengan Nielsen Indonesia. Data didapat dari hasil riset yang dilakukan Nielsen sehari setelah Harbolnas di 31 kota di Indonesia.

Ketua Harbolnas 2018 Indra Yonathan mengungkapkan, Har bolnas tahun ini memang di fokuskan membantu meningkatkan daya jual produk lokal di platform e-commerce. “Kami sangat senang hampir setengah dari nilai transaksi Harbolnas tahun ini berasal dari produk lokal, yakni Rp3,1 triliun, melampaui target kami yang hanya Rp1 triliun,” ujarnya.

Berdasarkan data Nielsen, masyarakat yang berpartisipasi mengikuti Harbolnas meningkat hingga 46% dibanding tahun lalu. Tahun ini masyarakat Pulau Jawa mengalami peningkatan signifikan, yakni 56% dibanding tahun lalu. (Inda/Sindonews)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini