nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inflasi Desember 0,62% Dipicu Kenaikan Harga Telur hingga Tiket Pesawat

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 02 Januari 2019 12:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 02 20 1998912 inflasi-desember-0-62-dipicu-kenaikan-harga-telur-hingga-tiket-pesawat-pkL6rzGOHP.jpeg Kepala BPS Suhariyanto (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pada Desember 2018 terjadi inflasi sebesar 0,62% (month to month/mtm). Laju inflasi ini meningkat dari bulan November yang inflasi sebesar 0,27%.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga pada seluruh indeks kelompok pengeluaran. Terutama pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan serta kelompok bahan makanan.

"Secara umum inflasi Desember 0,62% ini dipengaruhi kenaikan tarif angkutan udara, harga telur ayam ras dan daging ayam ras. Itu tiga komponen utama," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Baca Juga: BPS: Inflasi 2018 Sebesar 3,13%

Secara rinci, pria yang akrab dipanggil Kecuk ini menyebutkan, kelompok bahan makan mengalami inflasi terbesar yakni 1,45% dengan andil pada inflasi nasional sebesar 0,29%. Di mana harga harga telur ayam ras menyumbang inflasi tertinggi yakni 0,09%, lalu daging ayam ras 0,07%, bawang merah sebesar 0,05%, serta besar sebesar 0,03%.

"Memang dilihat pergerakkan dari awal Desember harga telor ayam ras meningkat, harga daging ayam ras juga karena memang kebutuhan untuk persiapan Natal dan Tahun Baru 2019 meningkat," lanjutnya.

Adapun terdapat komoditas yang mengalami penurunan harga atau deflasi yakni cabai merah sebesar 0,03% dan bawang putih sebesar 0,03%.

Sementara itu, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi 1,28% dengan andil sebesar 0,24. Di mana tarif angkutan udara menyumbang inflasi terbesar dengan 0,19%, disusul kereta api sebesar 0,03% dan angkutan antar kota sebesar 0,01%.

"Jadi memang kalau bulan Lebaran, Natal dan Tahun Baru selalu terjadi kenaikan tarif angkutan udara terutama di daerah Indonesia bagian timur harga tiketnya (pesawat) melambung," kata dia.

Kenaikan Harga Telur Beri Andil Signifikan untuk Inflasi Desember Lalu 

Sementara untuk kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau terjadi inflasi 0,28% dengan andil 0,04%. Komoditas yang memberi andil inflasi yakni air kemasan terutama yang eceran dan rokok kretek yang masing-masing sebesar 0,01%.

Untuk kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami inflasi 0,13% dengan andil 0,03%. Sementara kelompok kesehatan sebesar 0,20% serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,10%, keduanya memberi andil 0,01%.

"Kelompok pangan mengalami inflasi 0,08%, namun tidak memberikan andil pada inflasi nasional," katanya.

Adapun inflasi tahun kalender Januari hingga Desember 2018 adalah 3,13% (year to date/ytd) dan inflasi tahunan Desember sebesar 3,13% (year on year/yoy).

Sedangkan untuk komponen inti pada Desember mengalami inflasi sebesar 0,17%. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender Januari-Desember 2018 dan inflasi komponen inti year on year, masing-masing sebesar 3,03%.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini