nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inflasi Rendah, KEIN: Angka Kemiskinan dan Pengangguran Turun

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 02 Januari 2019 19:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 02 320 1999139 inflasi-rendah-kein-angka-kemiskinan-dan-pengangguran-turun-4YnHeJDdRV.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2018 mengalami inflasi sebesar 0,62% (month to month/mtm). Angka ini mengalami kenaikan dari November 2018 yang sebesar 0,27%.

Sementara bila dilihat tahun kalender Januari hingga Desember 2018 maka inflasi sebesar 3,13% (year to date/ytd). Sementara, inflasi tahunan Desember 2018 sebesar 3,13% (year on year/yoy).

Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta mengatakan, terjaganya angka inflasi akan sangat berpengaruh terhadap turunnya angka kemiskinan. Hal tersebut terbukti pada Maret 2018 ini angka kemiskinan berada di angka 9,82%.

 Baca Juga: Pembangunan Infrastruktur Bikin Inflasi Terkendali di Level 3%

Arif menambahkan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2018 bahan makanan berkontribusi 71,04% terhadap garis kemiskinan. Artinya, ada hubungan yang kuat antara penurunan kemiskinan dengan stabilnya inflasi.

Di sisi lain, angka pengangguran juga mengalami penurunan. Berdasarkan data, angka pengangguran terbuka berada di kisaran 5,13%.

"Kalau bahan makanan bisa dikendalikan dengan baik maka jumlah orang miskin akan lebih cepat keluar dari garis kemiskinan," ujarnya di Kantor KEIN, Jakarta, Rabu (2/1/2018).

Adapun angka inflasi yang paling banyak memengaruhi kemiskinan adalah harga komoditas pokok seperti beras. Jika harga beras bisa ditekan di harga yang cukup rendah, maka daya beli masyarakat bisa terjaga.

 Baca Juga: BPS: Inflasi 2018 Sebesar 3,13%

Sedangkan sebaliknya, jika harga beras naik maka daya beli masyarakat akan tergerus. Pasalnya, uang yang harusnya digunakan untuk spending ke hal-hal yang produktif justu digunakan untuk membelanjakan beras.

"Bahan makanan memberikan kontribusi besar terhadap pengeluaran rumah tangga yang secara umum," ucapnya.

Di sisi lain lanjut Arif, angka inflasi juga menjadi acuan untuk menentukan penghasilan masyarakat setiap tahunnya lewat penetapan Upah Minimum Regional (UMR). Adapun cara menghitung UMR adalah angka pertumbuhan ekonomi di tambahkan angka inflasi.

"Kalau ekonomi 5% maka inflasinya harus di bawah 5%," ucapnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini