Dia menyatakan kondisi masyarakat di sana sekarang masih mengungsi di perbukitan atau rumah kerabat. Sedangkan untuk pemasokan bantuan terbilang sudah mencukupi karena selalu berdatangan dari pemerintah dan relawan. Sanuri menjelaskan, masyarakat Sukaraja, khususnya Dusun III Kenali, menunggu kepastian dari pihak pemerintah ataupun BMKG/PVMBG terkait aktivitas dan status bahaya GAK itu.

"Beberapa hari lalu ada informasi masih akan terjadi potensi tsunami susulan, sedangkan menurut pandangan kami saat ini tak sudah aman dan normal kembali," katanya. Menurutnya, kalau tetap begini, kasihan warga dibuat bingung karena beberapa warga sudah ada yang pulang. Namun, karena informasi tersebut, mereka naik lagi ke kawasan perbukitan untuk mengungsi.
Dia menyatakan permukiman warga Sukaraja memang tidak terlalu parah terkena dampak tsunami Selat Sunda tersebut. Namun ketakutan akan terjadi tsunami susulan membuat semua warga memilih lebih baik mengungsi. "Kami kan mempunyai pekerjaan masing-masing. Bila mengungsi terus, masyarakat di sini tidak bisa mencari nafkah," ujar Sanuri. Ia berharap pemerintah dan badan/lembaga terkait bisa memastikan kapan masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing dan menjalani kehidupan seperti biasanya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)