nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berusia 100 Tahun, Miliarder Tertua Ini Masih Pergi ke Kantor Setiap Hari

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 04 Januari 2019 10:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 04 320 1999792 berusia-100-tahun-miliarder-tertua-ini-masih-pergi-ke-kantor-setiap-hari-GLbSYMrf6X.jpg Miliarder Tertua Chang Yun Chung (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA - Meskipun telah berusia 100 tahun, Chang Yun Chung, pendiri chairman emeritus Pacific International Lines (PIL) masih pergi ke kantor setiap hari. Miliarder tertua di dunia ini masih menjalankan tugasnya sebagai pemilik perusahaan perkapalan selama delapan dekade lamanya.

Bagi Chang, tinggal dan berdiam diri di rumah bukan suatu opsi. Meskipun peranan hariannya sudah diserahkan kepada putranya, Teo Siong Seng, Chang tetap saja bersikeras untuk pergi ke kantor setiap hari.

“Itu sudah menjadi kebiasaan saya,” kata Chang kepada CNBC.

Baca Juga: Kisah Sukses Penjual Sandwich Jimmy John Liautaud yang Kini Jadi Miliarder

Sebagai chairman emeritus, Chang mengungkapkan, dia datang ke kantor pusat untuk mengawasi operasional dan mengecek setiap departemen. “Setiap hari, saya menulis semua aktivitas di diary, segalanya,” ujar Chang.

Semua pegawai departemen di perusahaan, kata dia, juga selalu berkonsultasi dengan dirinya. Bagi dia, aktivitas bekerja dapat menjaga otaknya selalu aktif dan menjaga hubungan dengan perusahaan yang didirikan pada 1967 dengan kapal buatan tangan.

“Saya tidak bisa berdiam diri di rumah,” paparnya. “Itu sangat mem bosankan,” ungkapnya.

Selain aktivitas rutin, Chang juga selalu memandu Teo yang bertanggung jawab mengelola salah satu dari 20 perusahaan perkapalan terbesar di dunia dan 18.000 pegawai. Teo mengungkapkan, dia selalu berkonsultasi dengan ayahnya sebanyak dua kali sehari, pada pagi hari dan selepas makan siang.

“Konsultasi itu bertujuan mendapatkan pandangan dan mempelajari gaya ke pemimpinan Chang,” tutur Teo.

Baca Juga: Miliarder Elon Musk Ramal Masa Depan Manusia, Seperti Apa?

Mentoring menjadi hal vital dalam membangun perusahaan, khususnya dalam mengelola emosi berkaitan dengan tekanan yang tinggi. “Saat masih muda, saya cenderung emosional, sehingga saya selalu menjadi pemimpin yang keras,” ujar Teo.

Namun, Chang mengajarinya tentang satu hal, yakni yidefuren yang berarti kamu ingin orang untuk mengikuti kamu, bukan karena otoritasmu, bukan karena kekuasaanmu, atau kegalakanmu. “Mereka patuh kepada kamu karena integritas, kualitas, sehingga orang menghargai kamu dan mendengarkanmu,” ujarnya.

Menurut Teo, prinsip yidefuren memang terkesan sangat sulit dilaksanakan, tetapi hal itu harus dipelajari secara perlahan-lahan. Prinsip itu dibuktikan pada 2009 saat Teo menjadi direktur operasional saat mengatur salah satu kapalnya yang dibajak oleh perompak di Afrika Timur. Dia membutuhkan 75 hari untuk menangani pembajakan tersebut.

“Dalam segala bisnis, khususnya perkapalan, banyak hal yang tidak diketahui,” kata Teo. “Bisa jadi isu politik, bisa jadi teknik, bisa jadi kecelakaan. Itu pasti akan mengganggu temperamen sehingga harus tetap tenang. Saya selalu belajar dari ayah dan saya masih belajar darinya,” paparnya.

Bagi Chang, kesuksesan seorang pengusaha adalah faktor mental yang harus dikelola sehingga membuat bahagia untuk jangka waktu yang lama. “Saya tidak pernah marah,” ujarnya. “Jika kamu marah, kamu kehilangan kontrol dirimu sendiri,” nasihatnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini