Pemantauan ini tentunya akan menguntungkan juga bagi Kementerian Keuangan. Karena lewat data ini, Kementerian Keuangan bisa mengetahui berapa potensi pendapatan negara yang didapatkan dari bea masuk dan juga pajak.

"Komunitas yang biasa belanja online yang sekarang kami itu atas dasar PEB dan PIB. Belum belanja online. Misalnya komestik, kemudian itu banyak sekali jastip. Itu akan kami match juga uangnya. Jadi kami akan data ekspor impor e-commerce dengan uanganya," ujarnya dalam acara media briefing di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Senin (7/1/2019).
Adapun cara memonitornya adalah dengan memantau sistem pembayarannya. Biasanya mereka yang berbalanja online baik itu ekspor maupun impor menggunakan pembayaran lewat debit card atau kredit card baik itu Visa maupun Mastercard.
"Datanya dari mana ? Kami bisa minta kepada sistem pembayaran. Ada Mastercard visa. Sehingga kita tahu persis berapa ekspor impor kita total," jelasnya.