Di sisi lain, akselerasi kredit dan pembiayaan diikuti dengan profil risiko kredit juga dinilai terjaga. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) gross perbankan dalam tren menurun sebesar 2,37% dan NPL net 1,14%. Adapun rasio Non Performing Finance (NPF) tercatat sebesar 2,83% dan NPF net 0,79%.
Likuiditas perbankan juga dikatakan cukup memadai, meskipun rasio kredit terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) meningkat menjadi 92,6%. Hal ini dapat dilihat dari excess reserve perbankan yang tercatat sebesar Rp529 triliun. Sedangkan, Rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit dan Liquidity-Coverage Ratio (LCR) masing-masing sebesar 102,5% dan 184,3%, jauh diatas threshold masing-masing sebesar 50% dan 100%.

Sementara itu dari sisi pasar modal, Wimboh mengatakan jumlah emiten baru sepanjang 2018 tercatat sebanyak 62 emiten. Capaian ini lebih tinggi dibandingkan 2017 sebanyak 46 emiten, dengan nilai penghimpunan dana sebesar Rp 166 triliun.
"Total dana kelolaan investasi yang dicapai sebesar Rp 746 triliun, meningkat 8,3% dibandingkan akhir tahun 2017," imbuhnya.