nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Baru Bayar 50%, PGN Klaim Proses Akuisisi Pertagas Rampung

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 18:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 11 320 2003272 baru-bayar-50-pgn-klaim-proses-akuisisi-pertagas-rampung-qy3eZcgK65.jpg Pipa Gas PGN (Foto: PGN)

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) siap menjadi sub holding gas melalui skema holding minyak dan gas bumi (Migas). Hal tersebut ditandai dengan dibayarkannya uang sebesar Rp20,18 triliun lewat penandatanganan perjanjian jual beli (sales purchase agreement/SPA) saham Pertagas antara Pertamina dan PGN.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan, memang dalam pengambilalihan dan pembayaran akuisisi Pertagas beserta anak usahanya, prosesnya dianggap sudah rampung meskipun pembayaran dilakukan sebanyak 2 kali. Saat ini, pihaknya hanya tinggal melunasi uang jatuh tempo untuk surat utang yang diterbitkan oleh perseroan.

Seperti diketahui, skema pembayaran pengambilalihan saham tersebut, PGN akan melakukannya dalam 2 tahap. Tahap pertama sebesar 50% dari total harga pembelian atau ekuivalen Rp10,09 triliun akan menggunakan skema pembayaran tunai. Adapun untuk tahap kedua, perusahaan akan menerbitkan promissory note sebesar 50% dari total harga pembelian.

Baca Juga: Caplok Pertagas Rp20,1 Triliun, Bos PGN: Kas Aman

"Mengenai transaksi Desember kemarin sudah dinyatakan close. Sudah secara legal, lunas kepada Pertamina," ujarnya di Kantor PGN, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Gigih menambahkan, dengan rampungnya proses akuisisi ini maka pihaknya siap untuk menjalankan bisnis gas. Bahkan dirinya optimis jika bisnis perseroan akan saling kuat dengan rampungnya proses akuisisi ini.

Menurut Gigih, penggabungan ini membuat PGN bersama dengan Pertagas sebagai pengelola utama kegiatan hilir gas bumi semakin kuat. Di sisi lain, PGN bersama dengan Pertagas jugas siap untuk menjadi tools strategis negara dalam mewujudkan visi pemerintah dalam mendorong gas bumi sebagai motor pertumbuhan.

"Harapan kami, holding BUMN migas ini dapat menciptakan kedaulatan dan ketahanan energi yang pastinya membawa manfaat untuk masyarakat dan negara,“ katanya.

Baca Juga: PGN Akuisisi Pertagas, Harga Gas Langsung Turun?

Gigih juga berharap dengan penggabungan ini dapat menghasilkan sejumlah manfaat di antaranya menciptakan efisiensi dalam rantai bisnis gas bumi. Sehingga tercipta harga gas yang lebih kompetitif kepada konsumen, meningkatkan kapasitas dan volume pengelolaan gas bumi nasional, dan meningkatkan kinerja keuangan holding BUMN migas.

"Karena sudah terintegrasi kami sudah koordinasi dan integrasi dengan Pertagas tujuannya untuk create value lebih tinggi," katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini