nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setuju dengan JK, Menko Luhut Sebut Proyek LRT Jabodebek Kemahalan

Rikhza Hasan, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 12:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 14 320 2004111 setuju-dengan-jk-menko-luhut-sebut-proyek-lrt-jabodebek-kemahalan-MA3MBDrqr3.jpg Foto: Menko Luhut (Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan angkat bicara soal kritikan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenai mahalnya pembangunan kereta ringan alias Light Rail Transit (LRT) Jabodebek.

“Memang itu betul (harganya kemahalan), tapi memang elevated dan non elevated beda harganya tinggi karena di atas biayanya lebih tinggi,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Baca Juga: LRT Jabodebek Dinilai Terlalu Mahal, Adhi Karya: Harga Kita Kompetitif

Luhut juga menambahkan, LRT lanjutan dari Cibubur hingga Bogor akan menelan biaya di bawah Rp500 miliar per kilometer. “Lanjutannya dari Cibubur-Bogor itu semuanya biayanya di bawah Rp500 miliar per kilometer,” jelasnya.

Mengenai beda harga antara elevated dengan non elevated, Luhut tidak bisa menjelaskan lebih jauh. “Saya tak tahu persis, saya pikir jauh lebih murah,” pungkasnya.

Selain Luhut, Direktur Operasi II PT Adhi Karya Pundjung Setya Brata mengatakan, biaya pembangunan LRT Jabodebek masih cukup kompetitif. Apalagi jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang telah membangun LRT, Indonesia termasuk negara yang mengeluarkan biaya murah.

Sebagai perbandingan untuk pembangunan LRT Manila di Filipina sebesar Rp904 miliar per km, LRT Kelana Jaya di Malaysia sebesar Rp807miliar per km. LRT Lahore di Pakistan Rp797 miliar per km dan LRT Dubai di Uni Emirat Arab Rp1,026 miliar per km.

Baca Juga: Kabar Terbaru Pembangunan LRT Jabodebek

LRT Calgary di Kanada sebesar Rp2,197 miliar per km. Dan yang terkait LRT Houston di Amerika Serikat sebesar Rp688 mliar per km.

"Jadi kalau biaya per kilometernya Rp500 miliar dibandingkan lainnya harga kita cukup kompetitif," ujarnya saat ditemui di Preecast LRT Adhi Pancoran, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Pundjung menambahkan, dalam melihat biaya juga harusnya dilihat secara menyeluruh. Sebab. Menurutnya biaya Rp500 miliar dikeluarkan tidak hanya untuk membangun jalurnya saja melainkan teknologinya juga.

"Dalam menerima informasi cost harus paham dulu skop pekerjaannya apa, teknologi yang dipakai apa. Jadi cost tadi sudah mengandung cost untuk depo, biayanya nggak murah itu. Cost itu termasuk depo dan stasiun," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini