nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BP Batam Akan Dilebur, Investasi Bakal Tergerus?

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 15:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 14 320 2004223 bp-batam-akan-dilebur-investasi-bakal-tergerus-M2wDgyCJ7p.jpg Ilustrasi Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wacana pemerintah melimpahkan kepemimpinan BP Batam ke Wali Kota Batam atau menjadi ex-officio diprediksi akan berdampak pada investasi. Penurunan kinerja industri dan investasi di Batam akan terhambat.

“Batam itu harusnya menjadi Free Trade Zone (FTZ), bukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), apalagi ex-officio. Jika pemerintah kekeh menjadikan Batam sebagai ex-officio dipastikan investasi di Batam tidak lagi menarik. Ini bahaya karena bisa menggerus investasi di Batam,” kata Peneliti Insitute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Heri Firdaus, di Jakarta, Senin, (14/1/2019).

Baca Juga: DPR Ajak Pemerintah Putuskan Nasib BP Batam

Menurutnya, jika peleburan digulirkan maka kekuatan BP Batam menjadi lemah, karena hanya dikomandoi oleh wali kota. Lantas, kalau hanya wewenang daerah apakah investor bisa percaya, menggelontorkan dananya yang hanya di back up oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

“Kita realistis saja, power daerah seberapa besar, ada tekanan dari pusat pasti ciut,” ujarnya.

Sementara, lanjut dia lagi, investor butuh kepastian regulasi, peraturan, lahan, infrastruktur hingga insentif. Apakah Pemda bisa mengakomodir itu semua. Inilah yang menjadi kecemasan kita bersama terutama investor.

“Investor itu hanya butuh uang aman, dan menguntungkan kalau dirasa tidak aman, apa lagi tidak menguntungkan pasti kabur,” katanya.

Apalagi, saat ini negara lain banyak yang menawarkan kepastian yang lebih dari pada Indonesia. “Lihat saja Singapura, atau bahkan Malaysia, mereka lebih mapan dari segala bidang, baik regulasi, infrastruktur maupun penunjang lainnya. Indonesia masih carut marut kaya sekarang investor pasti lebih memilih negara lain yang sudah jelas,” katanya.

Baca Juga: Menko Darmin Lantik Kepala BP Batam Baru untuk Menjaga Momentum Investasi

Batam di prioritaskan menjadi FTZ sebagai kawasan enclave yang strategis sebagai industri dan perdagangan yang berdaya saing. Mengingat, Batam memiliki posisi dan peran sebagai Kawasan Strategis Nasional. Ada kurang lebih 60.000 per tahun vessel melintasi selat Philips yang berada di antara Pualu Batam dan Pulau Singapura.

Volume trafiknya tiga kali volume trafik Terusan Panama dan lebih dari dua kali volume trafik Terusan Suez. Dari sekitar 200 Vessel dan 150 tanker per hari yang lalu lalang ada sekitar 72% Tanker melalui jalur Selat Philips dan sisanya 28% via Selat Makasar dan Selat Lombok.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini