nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengoperasian LRT Jabodebek Molor ke 2021

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 19:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 14 320 2004371 pengoperasian-lrt-jabodebek-molor-ke-2021-OBw3GLkX2S.jpeg Proyek LRT Jakarta (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Masyarakat yang berada di sekitar Jakarta Bogor Depok dan Bekasi (Jabodebek) harus kembali bersabar menunggu pengoperasian kereta api ringan alias Light Rail Transit (LRT) Jabodebek. Pasalnya, LRT Jabodebek yang semula di target beroperasi pada 2019, kini kembali molor.

Direktur Operasi II PT Adhi Karya (Persero) Tbk Pundjung Setya Brata mengatakan, pihaknya baru akan mengoperasikan secara komersil antara akhir 2020 atau pertengahan 2021. Sebab harus ada tahap uji coba kereta yang akan dilakukan terlebih dahulu oleh Perseroan.

"Komersialnya akhir 2020 atau pertengahan 2021, karena kita ada testing dan komisioning untuk memastikan kereta ini aman. Jadi kalau ( konstruksi) sudah selesai, kita uji coba 3 bulan," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (14/1/2019).

Baca Juga: Menengok Pembangunan Stasiun LRT Taman Mini yang Disebut Mahal

Meskipun molor lanjut Pundjung, pihaknya mengklaim jika pengerjaan konstruksi bisa rampung pada tahun ini. Sebab saat ini seluruh pengerjaan proyek kereta ringan Jabodebek tahap I ini sudah sampai pada tahap finishing.

Saat ini sendiri progres keseluruhan pengerjaan proyek kereta api ringan tersebut sudah mencapai 56,1%. Adapun rinciannya adalah Cawang-Cibubur sudah mencapai 76,21%. Sedangkan Cawang-Kuningan-Dukuh atas sebesar 44,19% dan terakhir adalah Cawang-Bekasi Timur mencapai 51,06%.

"Progres seluruhnya 56,1%. Untuk keseluruhan konstruksi ditargetkan akhir 2019," katanya.

Pundjung menambahkan, masih jauhnya dari target dikarenakan ada beberapa masalah dalam pembangunan jalur kereta ringan ini. Masalah pertama adalah pembangunan untuk jalur Cawang-Kuningan-Dukuh Atas.

Siap Beroperasi Bulan Besok, Begini Penampakan Depo LRT Velodrome Rawamangun 

Sebab untuk jalur Setiabudi-Dukuh Atas belum memulai konstruksinya. Menurut Pundjung belum dimulainya proses konstruksi dikarenakan ada beberapa jalur alternatif yang diusulkan pemerintah.

Seperti diketahui, Pemerintah pusat bersama dengan PT Adhi Karya sendiri menginginkan agar Stasiun LRT Dukuh Atas bisa berdampingan dengan Stasiun MRT Jakarta, Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) dan Halte Trans Jakarta yang ada di Dukuh Atas.

"Jadi ada beberapa alternatif baik dari Kemenhub maupun DKI terkait stasiun di dukuh atas, alternatif pertama di sisi utara landmark, alternatif kedua di sisi selatan landmark," kata dia.

Pundjung menambahkan, selain masalah pembangunan jalur Setiabudi Dukuh Atas yang berhenti, juga ada masalah dalam pembebasan lahan depo kereta yang ada di Bekasi. Depo kereta sendiri ditargetkan bisa ramlung pada akhir 2020 mendatang.

"Untuk depo di akhir 2020, karena depo pembebasan tanah belum clear, satu hak yang mudah-mudahan yang akan clear itu yang baru dirapatkan di ratas presiden jalur dari Setiabudi ke dukuh atas," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini