nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Izin Bagasi Berbayar Citilink Belum Keluar

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 15 Januari 2019 14:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 15 320 2004738 izin-bagasi-berbayar-citilink-belum-keluar-Fx9hMVk7MY.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Maskapai penerbangan berbiaya murah atau Low Cost Carrier (LCC) mulai menghapus layanan bagasi gratis. Setidaknya rencana ini akan dilakukan oleh tiga maskapai nasional yakni Lion Air, Wings Air, dan Citilink.

Terkait hal itu, Direktur Utama Citilink Juliandra Nurtjahjo mengatakan, kebijakan bagasi berbayar yang dilakukan pihaknya masih menunggu izin dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

"Kita akan izin terlebih dahulu ke Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, terkait berubahnya dari free 20 kilogram bagasi akan ke 0 rupiah," ujarnya di Penang Bistro, Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Baca Juga: Lion Air dan Citilink Kenakan Bagasi Berbayar, Menhub Nilai Tak Kurangi Minat Penumpang

Dia menjelaskan, nantinya setelah adanya bagasi berbayar, Citilink akan memperbaiki pelayanan bagi konsumen. Seperti tidak ada kegaduhan saat antri menaruh bagasi dan akan tempat khusus bagi konsumen yang akan telah melakukan bagasi berbayar.

"Kita juga akan melakukan campaign terlebih dahulu kepada publik selama dua Minggu. Supaya nantinya publik bisa menerima dengan tarif berbayar tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai, keputusan beberapa maskapai penerbangan untuk menghapus layanan guna menjaga kesehatan keuangan perusahaan. Bagasi berbayar itu pun dinilai sebagai salah satu inovasi yang dilakukan maskapai.

Seperti diketahui, beberapa maskapai penerbangan berbiaya murah atau Low Cost Carrier (LCC) mulai menerapkan bagasi berbayar. Setidaknya hal ini dilakukan oleh tiga maskapai yakni Lion Air, Wings Air, dan Citilink.

Baca Juga: Citilink Kenakan Biaya Bagasi, Menhub: Harus Sosialisasi Dulu!

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, secara global persaingan bisnis di industri penerbangan sangat ketat. Keuntungan yang diperoleh tidak besar namun memiliki risiko tinggi.

Ditambah lagi, kondisi harga avtur yang merupakan bahan bakar pesawat terus alami kenaikan, di masa itu maskapai juga tidak menaikkan harga. Kondisi ini semakin menekan keuntungan maskapai, sebab kenaikan beban operasional tak diimbangi dengan pendapatannya.

"Sehingga mereka dalam satu harga sepertinya marjinal sekali (batas tepi ke tidak menguntungkan)," katanya ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini