nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lion Air dan Citilink Kenakan Bagasi Berbayar, Menhub Nilai Tak Kurangi Minat Penumpang

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 14:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 10 320 2002598 lion-air-dan-citilink-kenakan-bagasi-berbayar-menhub-nilai-tak-kurangi-minat-penumpang-EOoI4MnNeL.jpeg Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Foto: Okezone

JAKARTA - Maskapai penerbangan berbiaya murah atau Low Cost Carrier (LCC) mulai menghapus layanan bagasi gratis. Setidaknya hal ini dilakukan oleh tiga maskapai yakni Lion Air, Wings Air, dan Citilink.

Langkah menerapkan aturan bagasi berbayar, pertama kali diambil oleh maskapai Lion Air dan Wings Air. Keduanya merupakan maskapai dibawah naungan Lion Air Group, di mana akan mengenakan biaya tambahan pada penumpang yang membawa barang lebih dari 7 kilogram (kg).

Di mana Lion Air Group dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu menyampaikan, bila penumpang yang sudah membeli tiket sebelum 8 Januari 2019 tetap memperoleh bagasi cuma-cuma 20 kg untuk Lion Air dan 10 kg untuk Wings Air.

Langkah kedua maskapai itu pun diikuti oleh maskapai Citilink. Anak usaha PT Garuda Indonesia ini akan mengenakan biaya pada penumpang yang hendak bepergian dengan membawa bagasi tercatat pada rute dalam negeri.

Baca Juga: Citilink Kenakan Biaya Bagasi, Menhub: Harus Sosialisasi Dulu!

Dalam surat edaran bernomor Citilink/JKTCGQG-020/I/2019 yang dibuat pada 4 Januari 2019, disebutkan pembelian tiket mulai tanggal 12 Januari 2019 tidak berlaku lagi pemberian bebas biaya bagasi (FBA). Adapun tiket yang sudah dibeli sebelum 12 Januari 2019 masih mendapatkan FBA sebesar 20 kilogram.

Adapun perusahaan menetapkan, khusus penumpang Citilink Indonesia rute internasional (seperti Jakarta-Penang, Banyuwangi - Kuala Lumpur dan Denpasar – Dili), serta penumpang yang telah menjadi member Supergreen atau Garudamiles member akan tetap mendapatkan 10 kilogram gratis dengan pembelian di page member.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai, keputusan yang diambil setiap maskapai itu merupakan wewenang perseroan. Pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hanya memberikan penilaian agar aturan baru itu berjalan dengan baik tanpa mengganggu pelayanan maskapai.

"Sebagai contoh, kemarin Lion kita izinkan. Tapi dua minggu tidak boleh mengenakan tarif dulu dan untuk sosialisasi, juga dipastikan tidak ada delay dan sebagainya," katanya ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

citilink

Fenomena penghapusan layanan gratis bagasi ini, juga dinilai Budi Karya tak menurunkan minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi pesawat, khususnya pada maskapai LCC.

"Sebenarnya enggak (menurunkan minat penumpang). Kan penumpang bisa mendisiplinkan diri (saat membawa barang," lanjutnya.

Dia menyatakan, dengan adanya biaya tersebut maka masyarakat akan lebih menghemat jumlah barang yang dibawa. Hal ini membuat kemudahan dan penghematan waktu dalam penyusunan bagasi, yang juga berkaitan dengan tingkat persentase penerbangan tepat waktu atau on time performance (OTP).

"Jadi memang kalau mau pergi, ngapain bawa yang enggak-enggak. Ini juga kan berkaitan dengan OTP. Jadi bawa oleh-oleh yang kecil saja, enggak usah yang besar. Pakaian juga secukupnya saja, saya pikir 7 kilogram kalau untuk perjalanan 2 hari masih cukup," pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini