Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

INACA Sebut 11 Maskapai Nasional 'Kesulitan Bernapas'

INACA Sebut 11 Maskapai Nasional 'Kesulitan Bernapas'
bandar
A
A
A

Menurut Ari, mayoritas biaya yang harus dikeluarkan maskapai berbentuk mata uang dollar AS. Dengan terjadinya fluktuasi nilai tukar rupiah makin memberatkan para maskapai.

Dari keseluruhan biaya operasional yang dikeluarkan maskapai, keuntungan yang diperoleh maksimal hanya 3%. Itu pun maskapai harus menerapkan harga tiket maksimal dari tarif batas atas yang ditentukan pemerintah Indonesia.

"Margin 3% itu paling bagus dengan harga yang selangit. Sementara kemarin saat Nataru untuk maskapai full service kenaikannya tidak lebih dari batas atas, sedangkan LCC hanya 60-70% dari batas atas," ujarnya.

Atas dasar itu, menurut dia, maskapai tak hanya bisa bergantung dengan penjualan tiket saja. Para maskapai harus memutar otak untuk mendapat keuntungan dari lini bisnis lainnya seperti kargo dan ruang iklan di dalam pesawat. "(Jadi kalau mengandalkan) dari sisi tiket (saja) kita sudah tenggelam," tutur dia.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement