nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pilih Investasi SBR vs Deposito?

Senin 21 Januari 2019 07:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 19 320 2006744 pilih-investasi-sbr-vs-deposito-g1yZGvANC8.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Siapa yang memasang resolusi investasi di tahun 2019? Kebetulan banget nih, ada produk investasi yang menawarkan imbal hasil menggiurkan, yakni Savings Bond Ritel atau SBR. Produk ini kerap dibandingkan dengan deposito. Mau tahu perbedaannya?

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Berikut solusi yang dilansir dari Cermati.com:

Pengertian SBR dan Deposito

SBR merupakan salah satu portofolio investasi yang diterbitkan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR). Jadi semacam surat utang yang dijual ritel kepada individu yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI). Target pembelinya perorangan, dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), karyawan swasta, emak-emak sampai generasi milenial.

Baca Juga: 5 Jenis Pinjaman yang Bisa Jadi Pilihan Generasi Milenial

Sementara deposito adalah produk simpanan di bank yang penyetorannya maupun penarikannya hanya bisa dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Biasanya tenor 1-24 bulan. Tidak seperti tabungan yang bisa bebas Anda tarik kapan saja, termasuk besarannya. Deposito terdiri dari beberapa jenis, yakni deposito berjangka dan deposito on call atau deposito dengan jangka waktu pendek maupun sertifikat deposito yang berjangka satu tahun atau kurang dari itu.

Kelebihan dan Kekurangan SBR vs Deposito

Beda dengan produk lain, seperti saham, reksa dana yang memiliki tingkat risiko tinggi, investasi SBR005 terbilang minim risiko. Adapun keunggulan mendekap obligasi negara tersebut, antara lain:

1. Dijamin negara sehingga tidak ada risiko gagal bayar

2. Tidak ada risiko tingkat bunga karena kupon mengambang, ada kupon minimal

3. Ada fasilitas pencairan atau early redemption dana lebih cepat sebelum jatuh tempo

4. Modal mulai dari Rp1 juta

5. Ikut berkontribusi membangun negeri.

nabung

Akan tetapi, produk investasi SBR memiliki risiko likuiditas karena tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder atau hanya bisa dipegang oleh pembeli pertama, sehingga investor diharapkan melakukan diversifikasi untuk mengurangi risiko ini.

Sementara kelebihan produk deposito perbankan, antara lain:

1. Aman karena dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan nilai simpanan maksimal Rp2 miliar

2. Setoran deposito minimal mulai dari Rp1 juta-Rp10 juta

3. Risiko rendah karena tidak terpengaruh pergerakan pasar

4. Bunga lebih tinggi daripada suku bunga tabungan

5. Pendapatan per tenor.

Kekurangan deposito, yaitu:

1. Bunga bisa tetap atau mengambang tanpa kupon minimal

2. Pencairannya sesuai jangka waktu yang ditentukan

3. Deposito kena pajak 20% atau lebih tinggi dari SBR yang hanya 15%

4. Pembayaran bunga di akhir periode jatuh tempo, dan

5. Ada denda jika menarik dana deposito sebelum jatuh tempo.

Modal Rp 1 Juta

Investasi SBR dan deposito bisa disesuaikan dengan bujet atau kemampuan finansial Anda. Akan tetapi, minimal untuk menanamkan modal di instrumen investasi SBR sebesar Rp1 juta, dan maksimal Rp3 miliar. Sama halnya, untuk investasi di produk deposito setoran awal paling kecil Rp1 juta. Tapi tergantung kebijakan masing-masing perbankan.

nabung

Masih ingat dengan kupon atau bunga SBR004 tahun lalu? Saat itu ditetapkan 8,05%. Tapi kini investasi SBR005 yang baru dirilis pemerintah menawarkan bunga 8,15%. Kupon ini mengambang dengan kupon minimal sampai jatuh tempo 10 Januari 2021 (2 tahun). Imbal hasil dibayarkan tanggal 10 setiap bulan dan pembayaran perdana 10 Maret 2019.

Artinya besaran kupon SBR akan disesuaikan dengan perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) setiap 3 bulan sekali. Kalau suku bunga acuan BI turun 25 basis poin, maka bunga SBR tetap 8,15%, tidak akan ikut merosot. Tapi jika naik 25 basis poin, kupon SBR malah mendaki jadi 8,40%.

Sebelum masa jatuh tempo di 10 Januari 2021, Anda bisa memanfaatkan pencairan atau early redemption, baik sebagian maupun seluruh dana jika sewaktu-waktu membutuhkan uang. Fasilitas pencairan ini hanya dapat dilakukan mulai 27 Januari sampai 4 Februari 2020. Investor yang bisa menarik dananya harus memiliki SBR005 sebesar Rp2 juta di setiap agen penjual. Jumlah maksimal pencairan pun tidak bisa semuanya, hanya 50% dari total kepemilikan SBR investor.

Sedangkan bunga deposito umumnya berkisar 4-7% sesuai dengan tenor dan nilai deposito. Pokok maupun bunga deposito baru akan cair pada saat tanggal jatuh tempo. Sebagai contoh produk deposito Bank BTN yang ada di platform Cermati.com, untuk investasi Rp1 juta dengan tenor 24 bulan, bunga yang ditetapkan sebesar 5%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini