nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekonomi China Melambat, Apa Dampaknya ke Indonesia?

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 22 Januari 2019 12:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 22 20 2007753 ekonomi-china-melambat-apa-dampaknya-ke-indonesia-wyhjJpnRiC.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi China 2018 hanya 6,6%. Capaian ini terendah dalam 28 tahun terakhir atau sejak 1990.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, perlambatan ekonomi China pasti akan berdampak pada perekonomian Indonesia. Apalagi China merupakan salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

"Begitu jalan akan melahirkan dampak ke seluruh dunia karena ini adalah dua ekonomi terbesar di dunia. Tidak ada yang bisa menghindar untuk tidak terpengaruh," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

 Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi China 2018 Hanya 6,6%, Terendah dalam 28 Tahun

Salah satu yang paling berpengaruh adalah dari sisi ekspor. Menurut Darmin ekspor Indonesia ke China mengalami penurunan akibat perang dagang dan juga perlambatan ekonomi China.

"Kita ekspor ke China turun, ekspor ke Amerika Serikat turun, tinggal bagaimana kita mencari market yang baru untuk mendorong komoditi baru dan sebagainya. Enggak juga secara sekaligus semua pasti bertahap," katanya.

Padahal menurut Darmin, ekspor menjadi hal penting dalam pertumbuhan ekonomi. Karena ada tiga pilar yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, salah satunya adalah ekspor.

"Gini kalau dari segi ekspor pasti ada pengaruhnya, pertumbuhan sederhananya pilar pertama, konsumsi terutama konsumsi rumah tangga, kedua adalah investasi dan ketiganya ekspor," ujarnya.

 Baca Juga: Ekonomi China Hanya Tumbuh 6,6%, Menko Darmin: Karena Perang Dagang

Oleh karena itu, adanya perlambatan ekonomi China dan global ini perlu usaha keras agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak jatuh. Seperti salah satunya dengan menggenjot ekspor hingga investasi.

"Saya enggak pernah mau bilang enggak khawatir. Saya bilang perlu kerja keras itu lebih benar," tuturnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini