nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekonomi China Melambat, Menko Darmin: Kita Cari Market Baru

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 22 Januari 2019 13:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 22 20 2007784 ekonomi-china-melambat-menko-darmin-kita-cari-market-baru-bWRLXhywf6.jpg Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai perlambatan ekonomi China berdampak pada perekonomian Indonesia. Utamanya dalam hal ekspor yang mengalami penurunan.

Oleh karena itu, kata Darmin, yang terpenting sekarang bagaimana mencari pasar-pasar ekspor baru ke negara lain. Karena jika terus mengandalkan ekspor ke China, maka perekonomian Indonesia bisa ikut menurun.

Di samping mencari pasar ekspor baru, upaya inovatif produk juga harus ditingkatkan. Perlu adanya produk-produk baru yang bisa menghasilkan uang lewat ekspor.

"Kita ekspor ke China turun. Ke AS turun juga. Jadi tinggal bagaimana kita mencari market yang baru untuk mendorong komoditi baru dan sebagainya," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Baca Juga: Ekonomi China Melambat, Apa Dampaknya ke Indonesia?

Selain mendongkrak ekspor, upaya yang bisa dilakukan adalah bagaimana mendorong investasi. Karena salah satu pilar yang berpengaruh terhadap perekonomian selain ekspor adalah investasi.

Apalagi saat ini, neraca perdagangan Indonesia masih mengalami defisit. Sebab meskipun ada peningkatan ekspor, impor Indonesia masih lebih tinggi.

Baca Juga: Ekonomi China Hanya Tumbuh 6,6%, Menko Darmin: Karena Perang Dagang

Konsumsi juga perlu terus didorong. Utamanya pada konsumsi rumah tangga yang juga bisa mendongkrak perekonomian negara di tengah perlambatan ekonomi Cina.

"Itu sebabnya kala situasi seperti ini kita harus dorong investasinya dan konsumsinya," ucapnya.

Oleh karena itu, adanya perlambatan ekonomi China dan global perlu usaha keras agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak jatuh. Seperti salah satunya dengan menggenjot ekspor hingga investasi.

"Saya enggak pernah mau bilang enggak khawatir. Saya bilang perlu kerja keras itu lebih benar," tegasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini