JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini diperkirakan menguat terbatas. Namun, IHSG mulai memasuki masa jenuh, sehingga berpotensi aksi profit taking.
Secara teknikal sendiri IHSG mulai memasuki masa jenuh belinya terlihat dari indikator RSI. Namun jika terjadi koreksi, diprediksi akan menjadi koreksi sehat selama investor asing yang sejak awal menjadi penggerak indeks tidak berbalik net sell dalam jumlah besar.
"Hari ini IHSG berpotensi menguat dalam range 6.420-6.500," demikian dikutip riset Panin Sekuritas, Jakarta, Kamis (24/1/2019).
Baca Juga: IHSG Diprediksi Menguat ke 6.441-6.500, Awasi Saham Pilihan Ini
Seperti yang diketahui, IHSG ditutup menurun sebesar 17,39 poin (0.26%) menuju 6.451,16 pada perdagangan hari Rabu 23 Januari 2019.
Sentimen penggerak indeks kemarin didominasi oleh kekhawatiran akan pelemahan ekonomi global yang semakin terasa.
Berikut beberapa rekomendasi saham pada perdagangan hari ini
BEEF membentuk pola hammer setelah sekian lama menurun. Pola ini berpotensi menjadi titik balik bagi saham ini untuk memasuki uptrend jangka pendek.
Rekomendasi: buy on breakout 250, TP 260-300, stop loss <230.
Baca Juga: Turun 17 Poin, IHSG Balik Lagi ke Zona Merah
INDF telah menyelesaikan konsolidasinya dan breakout pada perdagangan kemarin. Secara teknikal menjadi indikasi kenaikan lanjutan.
Rekomendasi: buy on support 7.500, TP 7.800-8.000, stop loss <7.250.
INKP membentuk pola bullish abandoned baby. Pola ini memberikan indikasi penguatan lanjutan.
Rekomendasi: buy 12.400-12.500, TP 13.000-13.300, stop loss <11.925.
WIKA memantul dari support MA20 (bagian dilingkari) dan sudah terjadi sebanyak 2 kali. Selama pola ini berlanjut maka masih ada potensi kenaikan lebih jauh. Dan saat ini posisi harga baru saja memantul dari support tersebut
Rekomendasi: buy 1.850-1.870, TP 1.900-2.000, stop loss <1.770.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.