Waskita Beton Lunasi Pinjaman Senilai Rp300 Miliar

Jum'at 25 Januari 2019 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 25 278 2009343 waskita-beton-lunasi-pinjaman-senilai-rp300-miliar-BD4Vn3VC53.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Pangkas beban utang, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) akan melakukan pelunasan pinjaman senilai Rp300 miliar dengan menggunakan pembayaran termin yang diterima perseroan pada 2018.

Direktur Keuangan Waskita Beton Precast Anton YT Nugroho dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, perseroan memiliki kas sebesar Rp1,3 triliun. Dana itu berasal dari proyek jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, dan pekerjaan lainnya.

Perolehan dana tersebut, sambung Anton, digunakan oleh perseroan untuk melakukan pelunasan pinjaman. Perseroan tercatat melunasi pinjaman Rp244 miliar pada Desember 2018. Dia menambahkan WSBP juga akan meneriman pendapatan termin sekitar Rp800 miliar. Jumlah tersebut berasal dari pembayaran yang akan dilakukan oleh PT Waskita Bumi Wira (WBW) sekitar akhir Januari 2019 hingga pertengahan Februari 2019.

Baca Juga: Waskita Beton Targetkan Kenaikan Laba 10% pada 2019

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Waskita Beton Precast, Ratna Ningrum pernah bilang, terdapat beberapa proyek eksternal serta tambahan kontrak eksisting yang masuk kepipelineperseroan. Pekerjaan tersebut di antaranya jalan tol Cibitung-Cilincing dan Bogor-Ciawi-Sukabumi Paket 2.

“Pipelinenilai kontrak baru Januari 2019 sekitar Rp1 triliun,” sebutnya, dikutip dari Harian Neraca, Jakarta, Jumat (25/1/2019).

Ratna menambahkan terdapat adendum kontrak baru yang mundur ke Februari 2019 dari semula dijadwalkan pada Januari 2019. Pekerjaan tersebut yakni adendum kontrak eksisting Legundi-Bunder yang mundur menjadi bulan depan. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan laba sebesar 10%.

Baca Juga: Waskita Beton Bukukan Kontrak Baru Rp6,51 Triliun

Selain itu, perseroan juga menargetkan nilai kontrak baru sebesar Rp10,39 triliun baik dari proyek internal maupun eksternal. Direktur Utama WSBP, Jarot Subana pernah bilang, pada Januari 2019 ada potensi nilai kontrak baru sekitar Rp 2 triliun yang berasal dari pekerjaan tambahan proyek jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), Cibitung-Cilincing, Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), dan proyek lainnya.

Menurut research associate MNC Sekuritas, Muhammad Rudy Setiawan dalam risetnya mengemukakan saham WSBP dinilai relatif aman sebagai instrumen investasi, seiring strategi perseroan untuk mengurangi proyek "turn key" guna menghindari kas operasional negatif."Aksi ini akan menjadi sentimen positif bagi perseroan ke depan. Kebijakan tersebut juga akan membuat kinerja keuangan dan pergerakan harga saham WSBP lebih baik ke depan," katanya.

Dia menambahkan keinginan manajemen WSBP untuk menerapkan integrasi bisnis mulai dari hulu ke hilir juga akan berdampak terhadap kenaikan margin keuntungan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, dirinya memproyeksikan laba bersih Waskita Beton meningkat menjadi Rp1,39 triliun pada 2019 dibandingkan target 2018 yang sebesar Rp1,2 triliun, dan perolehan tahun 2017 yang sebesar Rp1 triliun.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini