Jawab Tantangan Global, RI Pamer 3 Program di WEF 2019

Jamilah, Jurnalis · Jum'at 25 Januari 2019 21:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 25 320 2009545 jawab-tantangan-global-ri-pamer-3-program-di-wef-2019-dbTx4EYirR.jpeg Menkominfo Rudiantara (Foto: Kemenko Perekonomian)

DAVOS – Memasuki hari terakhir penyelenggaraan World Economic Forum (WEF) 2019 yang berlangsung tanggal 22-25 Januari 2019 di Davos, Swiss, pemerintah Indonesia terus mengenalkan berbagai inisiatif program yang telah dilakukan sebagai upaya menjawab berbagai tantangan global.

Diwakili oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong berbagai inisiatif tersebut disampaikan di berbagai forum WEF 2019. Tujuannya menunjukkan kesiapan Indonesia menuju gobalisasi 4.0 melalui penguatan sektor ekonomi digital dan upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Menperin Bakal Temui Apple hingga Coca-Cola di WEF 2019

Melansir keterangan Kemenkominfo, Jumat (25/1/2019), berikut adalah beberapa inisiatif program yang diangkat Indonesia di forum WEF 2019:

1. Next Indonesia Unicorn (NextIcorn)

Program ini diselenggarakan untuk mengangkat perekonomian digital dengan mempromosikan startup potensial dengan investor di berbagai negara. Pemerintah ingin menciptakan Unicorn-Unicorn baru. Di tahun 2018, Kemkominfo telah menyelenggarakan 8 kegiatan, 4 roadshow (Singapura, Chine, Jepang, dan Korea), 2 international summit, 1 sponsored event, dan 1 recruitment event.

Baca Juga: Menkominfo: Milenial Punya Peran Penting dalam Mendorong Perekonomian Bangsa

Sejak dicanangkan, ribuan pertemuan telah dilakukan dan ratusan pertemuan telah ditindaklanjuti dalam transaksi bisnis. Badan Koordinasi NextICorn telah mendaftarkan lebih dari 3.000 pertemuan yang dan 2.020 koneksi antara perusahaan rintisan lokal dan investor dari Amerika Serikat, Jepang, Singapura, India, Australia, Korea, dan Indonesia. Perusahaan seperti Accel Partners, SoftBank Ventures Korea, Temasek, Yahoo! Japan Capital, LINE Ventures, East Ventures, Eight Roads, Quona, Reinventure dan Jubilee Capital Management bahkan secara aktif terlibat dalam kegiatan NextIcorn.

Proses kurasi investor dan startup dilakukan bersama dengan perusahaan jasa profesional kelas dunia, sehingga hasil kurasinya pun berkredibilitas tinggi. Hal ini dilakukan untuk memposisikan Indonesia sebagai 'Energi Digital Asia', melalui penciptaan “Digital Paradise”.

Startup NextICorn adalah perusahaan berbasis teknologi yang telah memperoleh pendanaan luar sebesar USD100.000 atau pendanaan mandiri dengan tingkat pertumbuhan tertentu. Startup juga harus terdaftar dan berbadan hukum baik PT maupun PMA dan memiliki sekurangnya satu pendiri berkebangsaan Indonesia dengan kepemilikan saham minimal 25 persen.

2. Tri Hita Karana

Program Tri Hita Karana dilakukan sebagai upaya untuk melindungi laut dari sampah plastik. Sebelumnya, gerakan Tri Hita Karana for Clean Bali telah dilakukan, dan penggunaan plastik sekali pakai dilarang sejak bulan Juni 2018. Upaya ini dilakukan untuk keberlanjutan dari sumber laut. Sudah lama plastik menjadi ancaman bagi lingkungan dan juga kehidupan manusia. Sehingga dampak buruknya untuk generasi Indonesia selanjutnya harus ditangani dengan baik.

Tri Hita Karana sendiri merupakan filosofi masyarakat Bali yang mengusung tiga konsep hubungan manusia dalam kehidupan, yaitu hubungan dengan sesama manusia, hubungan dengan alam sekitar, dan hubungan dengan Tuhan yang saling terkait satu sama lain. Setiap hubungan memiliki pedoman hidup menghargai sesama aspek sekelilingnya. Prinsip pelaksanaannya harus seimbang, selaras antara satu dan lainnya. Apabila keseimbangan tercapai, manusia akan hidup dengan menghindari segala tindakan buruk. Hidup akan seimbang, tenteram, dan damai.

Upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan juga dilakukan melalui program merevitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Program ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi risiko bencana.

3. Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0)

Program yang akan diluncurkan oleh Kementerian Perindustrian pada tahun 2019 ini merupakan program self-assessment untuk mengukur kesiapan pelaku industri menghadapi industri 4.0. Indeks ini nantinya menjadi acuan yang digunakan industri dan pemerintah untuk mengukur tingkat kesiapan menuju industri digital.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga akan menguatkan kesiapan industri melalui program mentoring, training, dan sertifikasi. Peningkatan kapasitas SDM juga dilakukan dengan memperkuat penguasaan teknologi, melalui peningkatan akses pendidikan salah satunya melalui pendidikan vokasi. Targetnya adalah mencapai 1 juta tenaga kerja bersertifikat di 2020.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini