nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kadin: Perlambatan Ekonomi China Lebih Berdampak dari Shutdown Pemerintah AS

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 28 Januari 2019 12:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 28 20 2010307 kadin-perlambatan-ekonomi-china-lebih-berdampak-dari-shutdown-pemerintah-as-vU9IAhfdJv.jpg Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi China mengalami perlambatan. Pada 2018, pertumbuhan ekonomi China hanya tumbuh 6,6%, sekaligus menjadi yang terendah dalam 28 tahun terakhir atau sejak 1990.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, perlambatan ekonomi China pasti akan berpengaruh kepada Indonesia. Khususnya di sektor perdagangan sebab porsi perdagangan Indonesia ke China masih sangat tinggi.

Menurut Rosan, dampak pelemahan ekonomi China jauh lebih terasa dibandingkan dampak shutdown ya ekonomi Amerika Serikat. Sebab, perdagangan dengan China jauh lebih tinggi dibandingkan ke Amerika Serikat.

Baca Juga: Ekonomi China Melambat, Menko Darmin: Kita Cari Market Baru

Sebagai gambaran, perdagangan antara Indonesia dengan China porsinya adalah sekitar 15% dari total perdagangan keseluruhan Indonesia. Sementara AS hanya 10% saja dari total perdagangan Indonesia secara keseluruhan.

"Penurunan dari pertumbuhan growth China, dampaknya akan lebih terasa di kita," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (28/1/2019).

Selain itu, lanjut Rosan, angka ekspor menuju China juga sangat tinggi khususnya adalah batubara. Sementara ekspor ke Amerika Serikat masih relatif lebih kecil dibandingkan ekspor menuju Tiongkok.

"Dibandingkan dengan penurunan growth di AS. Karena China juga banyak menyerap barang-barang komoditas kita juga. Paling besar, bisa batu bara. Dengan pelemahan pertumbuhan China yang diperkirakan melemah pada 2019 ini tentunya akan ada dampaknya," jelasnya.

Baca Juga: Ekonomi China Melambat, Apa Dampaknya ke Indonesia?

Meskipun begitu, lanjut Rosan, para pengusaha sudah menyiapkan beberapa strategi alternatif menghadapi perlambatan ekonomi China ini. Salah satunya dengan efisiensi dan komunikasi secara intensif dengan pemerintah.

"Kita sudah mengantisipasi ya. Kalau kita lihat juga dari World Bank dari IMF itu kan juga menurunkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. Kita mengantisipasi pertama dengan lebih efisien, kita juga berbicara dengan pemerintah apa bisa kita menerima insentif apabila melakukan banyak ekspor," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini