nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Siapkan 3 Strategi Antisipasi Gejolak Inflasi

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 30 Januari 2019 09:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 30 20 2011238 bi-siapkan-3-strategi-antisipasi-gejolak-inflasi-AfUItFe0Hn.jpg Bank Indonesia. Foto: Okezone

JAKARTA – Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menyepakati tiga langkah strategis untuk menjaga agar inflasi indeks harga konsumen (IHK) tetap berada di kisaran sasaran 3,5 plus minus 1% pada 2019.

Langkah strategis tersebut perlu ditempuh untuk memperkuat pengendalian inflasi setelah pada 2018 inflasi IHK terkendali pada level 3,13% dan berada dalam kisaran sasarannya, yakni 3,5±11%. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, tiga langkah strategis tersebut di antaranya, pertama, menjaga inflasi dalam kisaran sasaran, terutama ditopang pengendalian inflasi volatile food maksimal di kisaran 4- 5%. “Strategi ini dilakukan melalui empat kebijakan utama (4K) terkait keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif,” kata Perry di Jakarta.

Baca Juga: Bagasi Berbayar Jadi Sorotan Tim Pengendali Inflasi

Sesuai dengan Peta Jalan Pengendalian Inflasi Nasional 2019-2021, kebijakan ditempuh dengan memberikan prioritas pada ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi yang didukung oleh ekosistem lebih kondusif serta ketersediaan data akurat. Kedua, memperkuat pelaksanaan Peta Jalan Pengendalian Inflasi Nasional 2019-2021 dengan menempuh pula pelaksanaan Peta Jalan Pengendalian Inflasi di tingkat provinsi. Sedangkan ketiga, memperkuat koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam pengendalian inflasi melalui penyelenggaraan rakornas pengendalian inflasi dengan tema Sinergi dan Inovasi Pengendalian Inflasi untuk Penguatan Ekonomi yang Inklusif.

perry

Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan, inflasi tahun 2019 diprediksi akan melebihi target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Dengan begitu, inflasi akan meleset dari ekspektasi yang diharapkan Pemerintah Indonesia. “Tahun 2019 prediksi inflasi 3,5% sedikit lebih tinggi dari realisasi 2018. Faktornya harga minyak relatif rendah,” ujar Bhima. Dia pun menyarankan agar subsidi BBM dan listrik kemungkinan perlu dijaga selama pemilu. Pasalnya, akan ada kenaikan harga yang bakal menyumbang inflasi.

“Dari harga pangan perlu lebih dicermati karena ada faktor anomali cuaca dan pelemahan kurs,” ujarnya.

(Kunthi Fahmar Sandy)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini