nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Transaksi Berjalan Defisit, Gubernur BI: Jangan Gundah Gulana

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 30 Januari 2019 21:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 30 20 2011637 transaksi-berjalan-defisit-gubernur-bi-jangan-gundah-gulana-HOHL58JkL1.jpg Foto: Gubernur BI Perry Warjiyo (Giri/Okezone)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, tak perlu khawatir soal defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) yang kini sudah mencapai kisaran level 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Menurutnya, yang terpenting untuk menjaga perekonomian dengan adanya transaksi modal dan finansial (capital inflows) yang terus masuk ke Tanah Air.

"Kalau CAD kita 3%, its oke, enggak usah bingung, enggak usah gundah gulana. Yang penting kita bisa mendatangkan inflows capital account," katanya dalam acara Dialog Ekonomi Perbankan di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Baca Juga: Mantan Menkeu Sebut Tak Masalah Transaksi Berjalan Defisit, Ini Penjelasannya

Dengan masuknya modal asing tersebut maka neraca pembayaran akan mengalami surplus. Hal tersebut baik bagi sistem keuangan Indonesia.

Dia menyatakan, seperti pada kuartal IV 2018 mengalami surplus USD5 miliar. Kondisi ini didorong adanya investasi yang masuk di sepanjang akhir tahun lalu.

"Sehingga nilai tukarnya menjadi baik karena fundamentalnya baik, inflasi juga rendah (3,13% di 2018)," imbuhnya.

Menurutnya, inflasi menunjukkan harga bahan pokok terkendali, hal itu didorong pergerakkan kurs Rupiah yang dinilai di level terjaga. Menurutnya, bahkan Rupiah berpotensi terus menguat sepanjang tahun ini.

"Kita lihat sekarang kurs Rupiah undervalue dan bakal menguat. Karena kami lihat pertumbuhan ekonomi ke depan akan lebih tinggi dan CAD akan lebih rendah, inflasi terkendali, suku bunga luar negeri naiknya enggak lebih tinggi jadi interestnya lebih baik," paparnya.

Baca Juga: Sri Mulyani: Defisit Transaksi Berjalan Bukan Dosa

Sekedar diketahui, sepanjang tahun 2018, Indonesia mengalami defisit transaksi berjalan yang kian melebar. BI mencatat pada kuartal I defisit sebesar USD5,6 miliar atau 2,17 terhadap PDB, kuartal II USD8 miliar atau 3,02% terhadap PDB, dan kuartal III USD8,8 miliar atau 3,37% terhadap PDB.

Anjloknya CAD pada kuartal III 2018 menjadi yang terburuk selama beberapa tahun terakhir, sebab melampaui batas 3% terhadap PDB.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini