nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Bisa Menjawab, Ini Pengalaman Bos Google saat Wawancara Kerja

Ade Rachma Unzilla , Jurnalis · Senin 04 Februari 2019 11:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 04 320 2013456 tak-bisa-menjawab-ini-pengalaman-bos-google-saat-wawancara-kerja-oOik50gGhp.jpg Foto: CEO Google Sundar Pichai (AP)

JAKARTA - Kegiatan wawancara menjadi hal yang sangat dipertimbangkan dalam proses penerimaan kerja. Maka dari itu, pelamar harus sebisa mungkin menjawab seluruh pertanyaan dengan baik dan benar.

Namun, bagaimana jika tidak bisa menjawab? Inilah hal yang pernah dialami oleh CEO Google Sundar Pichai. Dalam obrolannya dengan siswa di Institut Teknologi India pada 2017 lalu, Pichai berbagi pengalaman wawancaranya di salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia.

Baca Juga: Bos Google Ikut Nyumbang Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng, Ini Besarannya

Melansir dari CNBC, Senin (4/2/2019), Pichai mengatakan, pewawancara bertanya kepadanya apa pendapatnya tentang Gmail. Seperti diketahui, Google baru saja mengumumkan layanan email pada hari yang sama, yakni 1 April.

“Saya pikir itu adalah lelucon April Mop,” kata Pichai.

Akhirnya, Pichai pun mengatakan, dia tidak bisa menjawab karena dia belum menggunakan produk tersebut. Pewawancara pun menunjukkannya kepada Pichai dan kembali mengajukan pertanyaan.

“Bagaimana pendapat Anda tentang Gmail?”

Kebanyakan kandidat pasti akan berusaha menjawab sebelum mencoba melanjutkan ke pertanyaan berikutnya. Pichai justru melakukan hal sebaliknya hingga pewawancara terkesan dan Pichai mendapatkan pekerjaan itu.

Baca Juga: Memo Bos Google, Pegawainya Diwanti-wati untuk Tidak Bermain Politik

Inilah hal-hal yang membuat tanggapannya sangat brilian :


1. Dia menunjukkan kerendahan hati intelektual

Memberi tahu pewawancara bahwa Anda tidak tahu jawabannya mungkin akan membuat turun beberapa poin. Namun, hal ini dirasa lebih baik daripada memunculkan sesuatu yang mungkin sepenuhnya salah.

Ilmuwan juga setuju. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang-orang dengan “kerendahan hati intelektual” atau mengakui apa yang tidak diketahui adalah lebih baik.

Saat itu, Pichai berhati-hati memikirkan pertanyaan itu. Apa yang bisa dia katakan tentang sesuatu yang bahkan belum dilihatnya? Jika dihadapkan dengan pertanyaan wawancara yang sulit, Pichai anjurkan tetap tenang dan luangkan waktu sejenak untuk berpikir sebelum merespons.

2. Dia punya alasan

Alih-alih mengatakan “saya tidak tahu”, Pichai mengatakan alasannya. Ia akui tidak bisa menggunakan produknya. Dengan melakukan itu, ia menyatakan rasa ingin tahunya. Hal ini merupakan sifat yang disukai atasan dalam mencari kandidat.

3. Mengalihkan Pembicaraan

Setelah menegaskan apa yang tidak diketahui. Setelah pewawancara memberikan pemahaman sekilas tentang Gmail, Pichai menunjukkan skenario kasus terbaiknya. Kasus ini telah ia persiapkan dengan baik, tetapi juga mengelola situasi yang dinamis dengan rasa hormat dan keterbukaan.

Di saat-saat yang tidak pasti, ia meraih benteng dengan tanduknya yang patah, beradaptasi dengan tantangan, dan itu terbayar dengan cara yang besar.

“Kesimpulannya adalah bahwa memberikan jawaban yang jujur tidak terjadi dalam ruang hampa di mana Anda mencetak poin kebajikan. Nilai dari menjadi jujur secara intelektual adalah memberi Anda kesempatan untuk menunjukkan apa yang Anda tahu,” katanya.

(dni)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini