nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Target Sertifikasi Tanah Naik Jadi 10 Juta Bidang pada 2019

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 06 Februari 2019 19:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 06 470 2014534 target-sertifikasi-tanah-naik-jadi-10-juta-bidang-pada-2019-XlMZStRlU3.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) untuk mensertifikasi 9 juta bidang tanah pada tahun ini. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan target 2018 yang hanya 7 juta bidang tanah.

Menanggapi hal tersebut, Menteri ATR Sofyan Djalil mengatakan, pihaknya optimis bisa mencapai target tersebut. Bahkan dirinya mengaku optimis pada 2019 bisa mencapai 10 juta bidang tanah tersertifikasi.

"Saya yakin temen-temen targetnya bisa di atas 9 juta, berapa? Pasti di atas 10 juta," ujarnya, dalam acara konferensi pers, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Baca Juga: Manfaatkan Sertifikat Tanah, Ibu Ini Bisa Buka Warung

Menurut Sofyan, optimisme tersebut bukannya tanpa alasan. Sebab pada tahun lalu saja pihaknya melampaui target yang sudah ditetapkan untuk sertifikasi tanah.

Sekedar informasi, hingga Desember 2018, pemetaan, pengukuran dan pendaftaran tanah yang dilakukan Kementerian ATR mencapai 9.135.006 bidang tanah. Capaian tersebut 133% lebih tinggi dibandingkan dengan target yang ditetapkan.

Baca Juga: Dituding Bagikan Sertifikat Tanah ke Pihak Asing, Menteri Sofyan: Itu Hoax

Dari 9,3 juta bidang yang telah terpetakan, yang memenuhi syarat untuk sertifikasi atu K1 baru mencapai 6.021.340 bidang atau sekiatar 86 persen dari target. Sementara selisih 3.293.666 bidang lainnya masih dalam bentuk klaster 2, 3, dan 4.

Untuk diketahui, Klaster 1 merupakan bidang tanah yang data yuridisnya memenuhi syarat untuk sampai diterbitkan sertipikat hak atas tanah. Klaster 2 merupakan bidang tanah yang data yuridisnya memenuhi syarat untuk diterbitkan namun terdapat perkara di pengadilan.

Adapun Klaster 3 merupakan bidang tanah yang subjek atau objeknya tidak memenuhi syarat untuk diterbitkan sertipikat, dan Klaster 4 merupakan bidang tanah yang sudah bersertipikat namun belum tersedia Peta Bidang Tanah (PBT) dan perlu penyesuaian menjadi PBT berkoordinat global.

"Pada 2019 akan kita kerjakan bagaimana kita mencapai program yang sudah kita tetapkan di tahun anggaran ini," ucapnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini