nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jembatan Emas Rusak, Pengusaha Rugi Rp20 Juta/Hari

Arsan Mailanto, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 20:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 07 320 2015040 jembatan-emas-rusak-pengusaha-rugi-rp20-juta-hari-2CExrCzS0H.jpg Ilustrasi Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Okezone)

PANGKALPINANG - Jembatan Emas yang jadi ikon Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami kerusakan. Hal itu terjadi sejak empat hari lalu dan tidak bisa difungsikan.

Naasnya, jembatan dengan sistem buka tutup itu rusak dalam keadaan tertutup. Akibatnya arus keluar masuk pelayaran terganggu seperti kapal dan sebagainya.

Hal ini dikhawatirkan mengganggu laju perekonomian di Babel, dan berdampak sejumlah perusahan jasa angkutan laut mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

Kepala Cabang PT Bangka Jaya Line (BJL) Eko Supriyadi mengaku, dua kapal milik perusahaannya kini tertahan karena tak bisa keluar masuk pelabuhan.

"Kalau jembatan tertutup otomatis kapal kita tidak bisa melintas, karena kalau dipaksakan pasti nyangkut di jembatan," ucapnya kepada awak media di Pangkalpinang, Kamis (7/2/2019).

Baca Juga: Jembatan Emas Babel Rusak, Ratusan Kontainer Tertahan 4 Hari

Dia menjelaskan dua kapal mereka yakni Kapal Sentosa 209 telah tiba di perairan Pangkalbalam sejak 3 Februari lalu. Namun, masih tertahan dan kapal Alken Pesona, yang harusnya berangkat pada Rabu kemarin juga ikut tertahan.

"Karena itu, kami sangat dirugikan akibat kerusakan jembatan tersebut kurang lebih Rp20 juta per hari dengan estimasi kerugian pertanggal 7 Februari," urai Eko Supriyadi.

Eko yang juga menjabat sebagai Sekretaris Indonesian National Snipowner's Association (INSA), pihaknya bersama angggota INSA lainnya, diperkirakan bakal mengadu kepada Pemprov atas insiden mereka alami.

"Kita akan ke Pemprov, sekitar lima perusahaan tergabung dalam INSA yang dirugikan, termasuk expedisi nanti juga akan kita ajak. Jika ditotalkan sekira miliaran kerugian yang kita alami," ungkapnya.

Di sisi lain, tak hanya merugikan perusahaan jasa angkutan pelayaran. Rusaknya jembatan EMAS hingga saat kini tak kunjung selesai, akan berdampak pada perekonomian di Pulau Bangka. Sebab, alur di bawah jembatan ini merupakan satu-satunya akses masuk pelabuhan Pangkalbalam.

Baca Juga: Jembatan Leta Ora Ralan Permudah Mobilisasi Barang dan Jasa di Maluku Tenggara Barat

Seperti diungkapkan oleh Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan Pangkalbalam Hazali. Menurutnya, pelabuhan Pangkalbalam ini adalah gerbang utama perekonomian di Pulau Bangka.

"Sebab pelabuhan Pangkalbalam menyaluarkan 85% kebutuhan primer dan sekunder di Pulau Bangka. Jadi kalau jembatan itu dibiarkan berlama tidak diperbaiki, saya khawatir perekonomian di Bangka bisa terganggu dan berdampak pada relung kehidupan masyarakat," jelasnya.

Hazali pun berharap, jembatan segera diperbaiki agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.

"Saat ini ada sekira 400 anggota kita sudah enggak berkerja, belum lagi pekerja pelayaran lainnya itu cukup banyak, dan masih banyak laginya," pungkasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini