nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bisnis Penerbangan, Ongkos Operasional Tinggi tapi Untung Tipis

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Sabtu 09 Februari 2019 12:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 09 320 2015711 bisnis-penerbangan-ongkos-operasional-tinggi-tapi-untung-tipis-TpMZIjRTGF.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Mahalnya ongkos penerbangan pesawat terus menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat. Mulai adanya maskapai menerapkan bagasi berbayar hingga harga tiket pesawat yang mahal.

Pengamat Penerbangan Chappy Hakim menyatakan, pada dasarnya bisnis industri penerbangan memang mahal. Maskapai harus mengeluarkan biaya operasional yang besar untuk perawatan mesin, mengikuti perkembangan teknologi, hingga penyesuaian pada harga bahan bakar avtur.

Baca Juga: Lion Air dan Wings Air Sesuaikan Tarif Bagasi Berbayar

Sehingga, menurut mantan Kepala Staf Angkatan Udara itu, tantangan bisnis penerbangan sangat besar, namun keuntungan yang diperoleh sedikit.

"Ini adalah global fenomena, kalau berbicara airlines (maskapai) semuanya begitu, complicated. Mahal, memerlukan knowledge (pengetahuan teknologi) dan untung tipis," katanya dalam acara diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (9/2/2019).

Dia menjelaskan, saat ini masyarakat memiliki pemahaman yang salah bahwa adanya penerbangan yang murah. Kata dia, pada dasarnya penerbangan selalu mahal.

Fenomena pemahaman penerbangan murah dimulai adanya maskapai berbiaya hemat atau low cost carrier (LCC). Kehadiran LCC memang untuk menarik pasar baru terlebih untuk konsumen seperti traveler.

"Mulai meninggalkan kesan mewah itu dengan mengurangi biaya yang enggak perlu. Seperti penerbangan satu jam enggak perlu dikasih makan, dan sebagainya," kata dia.

Baca Juga: Tarik Minat Penumpang Kelas Atas, United Airlines Tambah 1.600 Kursi Premium

Permasalahannya, lanjut Chappy, hal itu membuat persaingan yang tidak sehat di industri penerbangan. Maskapai belomba-lomba untuk mencari pasar baru dengan menekan keuntungan.

"Jadi persepsi masyarakat keliru, kalau ada penerbangan murah, enggak ada itu penerbangan murah. Pada dasarnya penerbangan itu mahal," imbuh dia.

Menurutnya, kondisi persaingan ini tak bisa terus berlanjut dilakukan maskapai penerbangan. Sebab butuh ongkos yang mahal untuk keberlangsungan operasional maskapai.

"Enggak akan selamanya, enggak bisa. Kalau untuk pesawat yang pertama kali dibeli, mungkin bisa murah. Tapi ketika masuk ke maintenance (perawatan), biaya makin tinggi, selain itu kurs Dolar AS naik dan harga sewa pesawat pasti naik lagi," pungkasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini