Permasalahannya, lanjut Chappy, hal itu membuat persaingan yang tidak sehat di industri penerbangan. Maskapai belomba-lomba untuk mencari pasar baru dengan menekan keuntungan.
"Jadi persepsi masyarakat keliru, kalau ada penerbangan murah, enggak ada itu penerbangan murah. Pada dasarnya penerbangan itu mahal," imbuh dia.
Menurutnya, kondisi persaingan ini tak bisa terus berlanjut dilakukan maskapai penerbangan. Sebab butuh ongkos yang mahal untuk keberlangsungan operasional maskapai.
"Enggak akan selamanya, enggak bisa. Kalau untuk pesawat yang pertama kali dibeli, mungkin bisa murah. Tapi ketika masuk ke maintenance (perawatan), biaya makin tinggi, selain itu kurs Dolar AS naik dan harga sewa pesawat pasti naik lagi," pungkasnya.
(Feby Novalius)