nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Premium Turun, Menko Luhut: Ekonomi Kita Makin Baik

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 19:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 11 320 2016521 harga-premium-turun-menko-luhut-ekonomi-kita-makin-baik-D7vHEpXcmJ.jpg Ilustrasi: Foto Antara

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga dengan menurukan harga BBM jenis Premium dan Pertamax Cs. Kebijakan penyesuaian harga ini ditempuh menyusul tren menurunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dolar Amerika.

Penurunan harga BBM tersebut disambut baik oleh Menteri Koordiantor bidang Kemaritiman Luhut Bnsa Panjaitan. Menurut Luhut, penurunan arga BBM ini menunjukan jika ekonomi Indonesia semakin baik.

"BBM bagus dong (turun). Ya berarti ekonomi kita makin baik," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordiantor bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (11/2/2019).

 Baca Juga: Bulan Depan Harga BBM Bisa Turun Lagi, Ini Syaratnya

Sebagai infromasi sebelumnya, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebut penurunan harga BBM non subsidi yang dilakukan Pertamina mengikuti kondisi harga pasar dan menjaga agar keuntungan badan usaha penjual BBM non subsidi tidak lebih dari 10%, sesuai yang ditetapkan pemerintah.

Jonan melanjutkan, untuk penurunan harga Premium di Wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali) sebesar Rp 100 per liter menjadi Rp 6.450 per liter, merupakan penyesuaian karena Premium di wilayah Jamali berubah statusnya, dari jenis bahan bakar umum menjadi penugasan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, penyesuaian juga dilakukan karena harga minyak dunia mengalami penurunan. Disamping itu juga penurunan harga tersebut karena adanya perubahan divula penetapan harga BBM.

 Baca Juga: Premium Langka, Dirut Pertamina: Kami Tak Kurangi Pasokan

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No. 34 Tahun 2018 tentang Perubahan Kelima atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perjanjian Harga Jual Bahan Bakar Minyak Eceran dan Keputusan Menteri ESDM No.19 K / 10 / MEM / 2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perbandingan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan / atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan SPBN yang efektif sejak tanggal 1 Februari 2019.

Formula harga dasar yang digunakan untuk menetapkan harga jual eceran Jenis BBM Umum yang disalurkan melalui SPBU/SPBN. Penetapan harga jual eceran Jenis BBM Umum oleh Badan Usaha tersebut, wajib dilaporkan kepada Pemerintah.

Penetapan harga jual eceran Jenis BBM Umum oleh Badan Usaha tersebut mengacu pula ketentuan batas bawah dengan perhitungan margin sebesar 5% dari harga dasar dan batas atas dengan perhitungan margin sebesar 10% dari harga dasar. Sehingga, Badan Usaha dapat menetapkan harga jual eceran Jenis BBM Umum di dalam rentang batas bawah dan batas atas tersebut.

 Baca Juga: Dirut Pertamina: Penurunan Harga Premium Tak Ganggu Keuangan Perusahaan

Begitu pula dengan ditetapkan penurunan harga pada tanggal 10 Februari 2018 mulai pukul 00.00, Pertamina juga telah menurunkan harga BBM Umum yang dijualnya.

Beberapa lembaga penyalur lainnya juga telah melakukan penurunan harga sebelumnya yaitu Shell, Total, Vivo, Aneka Petroindo Raya. Sedangkan AKR, Exxon dan Garuda mas energi belum menurunkan harga karena masih sesuai dengan ketentuan dalam Kepmen ESDM tersebut. Kemudian, untuk harga jual eceran Jenis BBM Umum yang disalurkan melalui SPBU/SPBN akan menjadi lebih wajar dan fair bagi Badan Usaha dan masyarakat.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini