nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eximbank Siapkan Rp1,65 Triliun Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

Selasa 12 Februari 2019 11:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 12 278 2016752 eximbank-siapkan-rp1-65-triliun-lunasi-obligasi-jatuh-tempo-PFoznxlHY9.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menyatakan telah menyiapkan dana sejumlah Rp1,65 triliun guna membayar pokok obligasi PUB IEB II tahap VII tahun 2016.

Informasi tersebut disampaikan perusahaan dalam siaran persnya seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Kepala Divisi Financial Institution & Treasury Eximbank Emalia Tisnamisastra mengatakan, obligasi tersebut akan jatuh tempo pada Selasa (19/2) pekan depan. Dana tersebut telah disiapkan dan akan dibayarkan kepada para pemegang obligasi pada saat tanggal jatuh tempo.

”Dana yang telah kami sediakan untuk pembayaran pokok obligasi tersebut adalah sebesar Rp1.65 triliun sesuai dengan jumlah pokok obligasi yang akan jatuh tempo,” ujarnya.

 Baca Juga: Sri Mulyani Cek Nasabah Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia di Manokwari

Menurut penjelasan Emalia, dana yang akan dibayarkan tersebut kini ditempatkan pada berbagai instrumen keuangan yang likuid, salah satunya adalah penempatan di bank.

“Pemenuhan kewajiban keuangan secara tepat waktu dan tepat jumlah merupakan komitmen Manajemen Indonesia Eximbank,” paparnya.

Sebagai informasi, selama ini mayoritas pendanaan Eximbank berasal dari mekanisme pasar. Baik itu lewat penerbitan obligasi maupun pinjaman baik dari dalam atau luar negeri. Dengan tren kenaikan biaya pendanaan, maka makin berat tantangan Eximbank untuk menjaga bunga pembiayaan tetapkompetitif.

Artinya, Eximbank mesti memutar otak untuk mencari dana murah agar bisa memberikan bunga pembiayaan yang kompetitif kepada debitur. "Kami sedang mencari peluang untuk memanfaatkan lebih banyak dana-dana non mekanisme pasar," kata Direktur Pelaksana III Eximbank Raharjo Adisusanto.

 Baca Juga: LPEI Catat Sudah Gelontorkan Dana Rp108,7 Triliun ke Eksportir

Raharjo belum mau menyebutkan sumber-sumber dana non mekanisme pasar tersebut. Namun yang pasti dirinya menyebut untuk bisa memanfaatkannya, diperlukan aturan khusus dari pemerintah.

Dana non mekanisme pasar yang selama ini sudah cukup banyak dimanfaatkan Eximbank adalah Penyertaan Modal Negara alias PMN. Biasanya PMN ini diberikan untuk mendukung penugasan khusus semisal di program national interest account (NIA).

Walau masih diselimuti tantangan, dia optimistis target pertumbuhan outstanding pembiayaan lembaganya bisa terpenuhi. Sampai tutup tahun 2018, Eximbank menargetkan outstanding pembiayaan bisa menembus Rp 112 triliun. Sementara sampai September, nilainya sudah mencapai Rp 108,8 triliun.

"Kami masih optimistis karena dari sisi pendanaannya pun sudah kami siapkan," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini