nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Susi Beberkan Modus Illegal Fishing, dari Akali Izin hingga Suap

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 17:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 12 320 2016939 menteri-susi-beberkan-modus-illegal-fishing-dari-akali-izin-hingga-suap-tgviYsjsoF.jpg Menteri KKP Susi Pudjiastuti (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen untuk terus melawan illegal fishing. Khususnya pada kapal-kapal asing yang berani mencuri ikan di perairan Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengatakan, banyak sekali kesulitan yang dihadapi pemerintah dalam memberantas illegal fishing. Sebab banyak sekali modus yang dilakukan kapal asing untuk mencuri ikan di perairan Indonesia.

Salah satunya, mengakali perizinan kapal. Maksudnya, perusahaan tersebut hanya mengaku memiliki satu kapal saja, tapi kenyataannya dia dimiliki lebih dari satu.

Baca Juga: 7.000 Kapal Pencuri Diusir, Presiden: Mestinya Produksi Ikan Tangkap Melimpah

Selain itu, kapal yang dimilikinya juga memiliki rupa, bentuk dan warna yang sama. Sehingga perusahaan tersebut dinilai hanya memiliki satu kapal saja.

"Perusahaan ya mereka ngaku aku izin satu, kapalnya ada 10. Catnya sama, warnanya sama, namanya. Kadang dikasih nomor berbeda tapi mirip sama padahal nggak ada izin sama sekali," ujarnya dalam sebuah diskusi di Kantor KSP, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Salah satu jenis pelanggaran yang menyulitkan pemerintah selama ini dalam memberantas illegal fishing adalah petugasnya itu sendiri. Sebab, pada dahulu kala ketika sebuah kapal ilegal tertangkap, mereka justru memberikan sejumlah uang agar bisa dibebaskan.

"Jadi kalau saya (kata untuk perusahaan) saya ya jalan kasih amplop selesai, jadi itu dulu," ucapnya.

Baca Juga: Jumlah Penangkapan Kapal Pencuri Ikan di RI Turun

Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan keras kepada kapal-kapal asing ilegal yang mencuri ikan di perairan Indonesia. Salah satunya dengan cara penenggelaman agar membeirkan efek jera kepada perusahaan tersebut.

"Makanya itu detern effect penting untuk membersihkan yang sudah ada dan ini kan sebuah pekerjaan besar," ucapnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini