nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pinjaman Online 'Makan Korban', OJK Didesak Ambil Tindakan

Okky Wanda lestari, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 18:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 12 320 2016984 pinjaman-online-makan-korban-ojk-didesak-ambil-tindakan-YG3PIJydha.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Pengacara Publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Jeanny Silvia Sirait mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera bersikap atas kian menjamurnya korban jasa pinjaman online.

Terlebih ketika Senin 11 Februari 2019, terdapat nasabah pinjaman online yang diketahui tewas dengan gantung diri lantaran tidak kuat menghadapi pola intimidasi penagihan.

 Baca Juga: Sopir Taksi Bunuh Diri Akibat Terjerat Utang Online, Ini Surat Wasiatnya

Mengacu pada UU No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, Jeanny bilang, OJK dimungkinkan mengambil tindakan tegas pada seluruh layanan jasa keuangan termasuk perusahaan penyedia layanan pinjaman online.

“Harusnya OJK tidak bungkam karena ini tanggungjawab mereka. Selama ini terkesan mereka tutup mata dengan masalah ini,” tutur Jeanny di Jakarta, Selasa (12/2/2019).

 Baca Juga: Korban Pinjaman Online Disuruh Jual Ginjal, Asosiasi: Itu Tidak Manusiawi

Kemarin, Zulfadhli (35), nasabah pinjaman online yang berprofesi sebagai sopir taksi ditemukan tewas secara tragis di kamar kosannya yang berlokasi di Jalan Mampang Prapatan VII, RT 05 RW 06, Kelurahan Tegal Parang, Jakarta Selatan.

Dalam surat wasiatnya, mendiang Zulfadhli meminta maaf kepada anak-anak dan istrinya, serta mengungkapkan alasan Zulfadhli mengakhiri hidupnya. Bukan itu saja, Zulfadhli juga menyinggung agar pihak OJK dan Kepolisian memberantas praktik pinjaman online yang dinilai membuat jebakan setan.

 Baca Juga: Ada Korban Fintech Ilegal Disuruh Jual Ginjal

Menanggapi hal ini, Jeanny menegaskan jatuhnya korban akibat pinjaman online menjadi bukti bahwa selama ini solusi yang dikeluarkan OJK tidak efektif. Dia pun menilai beberapa upaya seperti penutupan aplikasi, penangkapan debt collector, hingga menunggu adanya aduan belum mampu menyentuh akar persoalan.

“Itu harusnya didorong dan diubah oleh OJK. Bukan hanya menyelesaikan masalah kulit,” katanya.

(dni)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini