nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Buka Peluang Gandeng OVO dan GoPay

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 16:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 13 320 2017416 sri-mulyani-buka-peluang-gandeng-ovo-dan-gopay-afEorwZUIK.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Facebook Sri Mulyani)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara terkait aplikasi digital pembayaran seperti GoPay ataupun OVO yang berkembang begitu pesat. Dirinya mengaku tidak berhak untuk mengatur aplikasi pembayaran digital tersebut.

Meskipun sebelumnya, Sri Mulyani menyebutkan harus memanage dan mengantisipasi perkembangan dari transaksi pembayaran digital. Namun yang dimaksud adalah bukan mengaturnya.

"Jadi saya sekali tidak menyampaikan akan mengatur digital payment. Itu saja ya klarifikasi OVO, GoPay kita tidak dalam posisi mengatur. Saya tidak tahu kenapa kemarin bisa menjadi persoalan yang lain yah. Tolong di clearkan soal itu yah," ujarnya, saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Baca Juga: Ekonomi Digital Bisa Tekan Urbanisasi

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut, jika yang dimaksud mengantisipasi adalah bisa dengan cara memanfaatkannya. Atau mungkin bisa juga dengan cara bekerjasama dengan perusahaan tersebut.

"Jadi kita melihatnya sebagai kesempatan untuk bekerja sama," ucapnya.

Saat ini, Kemenkeu telah bekerja sama dengan penyedia digital payment. Sebab menurutnya, kerjasama tersebut bisa meningkatkan penggunaan anggaran yang jauh lebih fleksibel dan tetap akuntabel.

"Justru yang terjadi Kementerian Keuangan sudah kerjasama dengan berbagai macam payment sistem itu dalam rangka bisa meningjatkan penggunaan anggaran secara jauh lebih fleksibel tapi akuntabel," jelasnya.

Baca Juga: E-Commerce dan Pinjaman Online Paling Banyak Diadukan dalam 3 Tahun Terakhir

Wanita yang kerap disapa Ani itu percaya jika pengelolaan dana lewat digital payment bisa jauh lebih akuntabel. Oleh karenannya, sudah sejak dini pihaknya menggunakan digital payment dalam pengelolaan anggarannya.

"Kita bisa melihat perkembangan teknologi digital itu termasuk dalam sistem pembayaran bisa menciptakan peluang untuk memperbaiki pengelolaan anggaran," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini