nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Ratu Judi Hong Kong, Berebut Warisan hingga Kantongi Rp64 Triliun

Ade Rachma Unzilla , Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 13:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 14 320 2017856 kisah-ratu-judi-hong-kong-berebut-warisan-hingga-kantongi-rp64-triliun-kCFlFdR475.jpg Grand Lisbo Hong Kong (Foto: Forbes)

JAKARTA - Chairman Shun Tak Holdings Pansy Ho merupakan pengembang properti di Hong Kong dan Makau. Wanita berusia 56 tahun ini menjadi orang terkaya ke-20 di Hong Kong. Berdasarkan data Forbes kekayaannya mencapai USD4,6 miliar atau Rp64,4 triliun (kurs Rp14.000 per USD).

Dilansir dari Forbes, Kamis (14/2/2019), Shun Tak Holdings didirikan oleh ayahnya, raja judi legendaris Makau, Stanley Ho. Pansy Ho memiliki saham utama di kasino Makau MGM China dan SJM milik ayahnya. Dia mendapatkan lebih dari USD1,5 miliar dari IPO MGM China pada 2011.

Setelah berselisih melawan ayahnya pada 2011 yang berujung pada warisan besar yang diterima Pansy Ho dan saudara kandungnya, dia sekarang menginginkan kendali atas SJM Holdings. Diketahui, SJM Holdings kini dijalankan oleh Angela Leong, istri keempat ayahnya yang juga menjadi orang terkaya urutan ke-24 di Hong Kong.

Baca Juga: Korban Perang yang Kini Punya Rp448 Triliun, Ini Kisah Mengharukan Orang Terkaya Hong Kong

Angela Leong 40 tahun lebih muda dari Stanley Ho, dan 18 bulan lebih tua dari Pansy Ho. Leong diketahui menerima 6% saham di STDM, ditambah 8% dari SJM dan membuatnya menjadi pemegang saham perorangan terbesar, ditambah jaminan untuk tetap menjadi direktur eksekutif SJM selama enam tahun.

Banyak yang mengharapkan Pansy Ho untuk bergerak melawan musuh bebuyutannya itu. Bahkan, yang lain meramalkan perseteruan keluarga itu masih ditahan selama Stanley Ho hidup.

Shun Tak Holdings, yang dipimpinnya telah mengumumkan aliansi dengan Fok Foundation untuk mengendalikan SJM. Menurut pengajuan pasar saham 23 Januari lalu, mitra aliansi memiliki 53% saham Sociedade de Turismo e Diversoes de Macau (STDM) yang pada gilirannya memiliki 54% dari Macau.

Baca Juga: Miliki Rp448 Triliun, Superman dari Hong Kong Jadi Orang Terkaya di Negaranya

Ketika Makau mengakhiri monopoli kasino Stanley Ho pada 2002, ia percaya pengetahuan pasarnya memastikan kesuksesan yang berkelanjutan. Namun, ketika Las Vegas Sands dari Sheldon Adelson membuka Sands Macao pada 2004, Ho terjatuh.

Dia menyadari bahwa pelanggan menginginkan sesuatu yang lebih baik dari SJM. Ia pun akhirnya membangun Grand Lisboa, produk unggulan di semenanjung Makau, pusat kasino di pusat kota.

SJM mulai bangkit lagi pada Juli 2009. Namun, Ho terjatuh di kamar mandi hingga akhirnya ia menjalani tiga operasi katarak dan secara efektif mengakhiri karir bisnisnya. SJM telah merosot sejak itu, tapi kini Grand Lisboa yang dijadwalkan buka akhir tahun ini menjadi sinyal optimis untuk bangkit.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini