nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Miliarder Properti Hong Kong Meninggal, Anak hingga Ibunya Mendadak Kaya Raya!

Jamilah, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 15:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 14 320 2017941 miliarder-properti-hong-kong-meninggal-anak-hingga-ibunya-mendadak-kaya-raya-yjbTuWeAaP.jpg Miliarder Hong Kong Walter Kwok (Foto: Forbes)

JAKARTA - Setelah kematian miliarder properti asal Hong Kong, Walter Kwok pada usia 68 tahun, kedua putranya, Geoffrey dan Jonathan mewarisi kekayaan dari ayah mereka, termasuk saham di Sun Hung Kai Properties.

Dengan harta kekayaan tersebut, mereka masuk dalam daftar orang terkaya di Hong Kong pada urutan ke-15. Nenek mereka yang berusia 89 tahun, Kwong Siu-hing, ibu Walter dan janda pendiri Sun Hung Kai, Kwok Tak-seng juga menjadi orang terkaya untuk pertama kalinya dan berada pada urutan ke-5.

Saudara-saudarannya pun ikut mewarisi saham 7,3% di Sun Hung Kai. Perusahaan properti ini terbesar di Hong Kong berdasarkan kapitalisasi pasar yang mencapai USD49 miliar.

Baca Juga: Punya Rp32 Triliun, Miliarder Hong Kong Ini Adu Untung Bisnis Judi di Jepang

Seperti yang dilansir dari Forbes, Jakarta, Kamis(14/2/2019). Kakak dari Geoffrey memiliki 8,9% saham tambahan yang dipegang dalam kepercayaan keluarga yang dikendalikan oleh Kwong dan berada di dewan direksi perusahaan sebagai direktur non eksekutif. Pasalnya Kwong mengendalikan 27% dari Sun Hung Ka.

Kenaikan kekayaan Geoffrey menandai akhir dekade panjang perselisihan antara ayahnya, Thomas dan pamannya Raymond. Di mana aset manajemen dan keluarga Sun Hung Kai menjadi perdebatan.

Dia pertama kali bergabung dengan Sun Hung Kai pada tahun 2008 dan merupakan direktur di anak perusahaan yang mengelola hotel dan apartemen dengan layanan grup di Hong Kong dan China daratan. Tiga dari sepupu Geoffrey juga melayani di dewan sebagai direktur eksekutif.

Lahir pada tahun 1950, Walter adalah putra tertua pendiri Sun Hung Kai dan menjadi chairman dan kepala eksekutif ketika ayahnya meninggal pada tahun 1990. Saudara-saudaranya Thomas dan Raymond ditunjuk sebagai wakil ketua dan bersama-sama ketiganya mengarahkan pertumbuhan perusahaan yang cepat dan membangun beberapa pencakar langit tertinggi di Hong Kong.

Baca Juga: Kisah Ratu Judi Hong Kong, Berebut Warisan hingga Kantongi Rp64 Triliun

Sementara Walter terkenal karena pemasarannya yang agresif, dia paling diingat karena diculik pada tahun 1997 oleh gangster lokal Cheung Tze-keung dan menahan Walter di dalam peti selama seminggu. Mereka meminta tebusan sekitar USD77 juta dibayarkan.

Setelah dibebaskan, Walter menderita depresi dan hubungannya dengan saudara-saudaranya memburuk. Thomas dan Raymond menggulingkan Walter pada tahun 2008, mengklaim trauma itu membuat Walter tidak menentu dan tidak layak untuk memimpin perusahaan. Tahun itu, dewan Sun Hung Kai menggantikannya sebagai kursi dengan ibunya,

Walter membalas dengan tindakan hukum terhadap Thomas dan Raymond. Ketiganya akhirnya menyelesaikan dengan gugatan pencemaran nama baik yang diajukan Walter pada 2008, tetapi tidak sebelum otoritas Hong Kong pada 2012 meluncurkan penyelidikan korupsi terhadap saudara-saudara Walter.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini