JAKARTA - Kementerian Koordinator bidang Perekonomian buka suara terkait impor jagung 30.000 ton. Hal ini dilakukan karena kekurangan stok, sehingga berpotensi membuat harga jual jagung di tingkat konsumen melonjak.
Menurut Deputi Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud, kekurangan stok dikarenakan telatnya antisipasi kelangkaan jagung pada tingkat peternak. Khususnya kelangkaan jagung yang terjadi pada semester II-2018 lalu yang berujung pada kebijakan impor jagung kering untuk bahan baku pakan ternak dalam tiga tahap sebanyak total 280.000 ton.
"Kemarin kita agak kurang dalam mengukur kebutuhan jagung industri peternakan kecil dan menengah. Seharusnya saat paceklik kita sudah mampu mengukur bahwa produksi kita hanya sekian dan kita butuh dalam tiga bulan ke depan dari mana saja," ujarnya
Baca Selengkapnya: Pemerintah Buka-bukaan Harus Impor 280.000 Ton Jagung
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.