Kimia Farma Bakal Caplok Phapros

Jum'at 15 Februari 2019 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 15 278 2018371 kimia-farma-bakal-caplok-phapros-kpqfmNCyIq.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Kembangkan ekspansi bisnis, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan membeli 47.901.860 lembar atau 56,77 dari total saham PT Phapros Tbk (PEHA) yang saat ini digenggam oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Hal itu tertuang dalam perjanjian jual beli saham bersyarat yang telah ditandatangani antara KAEF dan RNI pada tanggal 13 Februari 2019.

Direktur Utama KAEF, Honesti Basyir mengatakan, rencana tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi permintaan dengan tersedianya obat-obatan, kosmestik, bahan baku obat, alat kesehatan dan bahan baku obat.

”Kami akan melakukan konsolidasi atas laporan keuangan PEHA sehingga mendukung keberlangsungan usaha,” katanya seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

 Baca Juga: Kimia Farma Bukukan Pendapatan Rp5,3 Triliun hingga Kuartal III-2018

Menurutnya, penguasaan PEHA akan meningkatkan pangsa pasar farmasi menjadi lebih dari 6%, memperkaya produk obat dan aalat kesehatan. Selain itu, sebagai akselerasi pertumbuhan non organik serta menekan biaya pemasaran. Untuk diketahui, komposisi kepemilikan saham PEHA saat ini adalah RNI 56,77%, Masrizal A Syarief 9,044% dan 34,18 dikuasai masyarakat.

Sebagai informasi, tahun ini emiten farmasi plat merah ini menargetkan penjualan ekspor tumbuh 10%-15% atau mencapai Rp 350 miliar. Maka guna memenuhi target tersebut, perseroan akan mengoptimalkan gerai exsisting di Arab Saudi. Selain itu, perusahaan juga melakukan penambahan atau relokasi 3-4 outlet.

 Baca Juga: Siasat Kimia Farma Hadapi Tekanan Rupiah

Saat ini perseroan telah memiliki 34 gerai ritel farmasi di Arab Saudi. Dalam rentang 2 tahun hingga 3 tahun mendatang, KAEF menargetkan penambahan hingga 60 gerai di Arab Saudi.

Di samping optimalisasi gerai exsisting, perseroan berencana melakukan ekspansi ritel farmasi ke negara-negara Asean. Nantinya, melalui ekspansi ke pasar baru, KAEF berharap kontribusi penjualan ekspor untuk produk obat over the counter (OTC) dapat meningkat. Saat ini penetrasi pasar luar negeri perseroan masih sangat kecil yakni di bawah 5%.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini